Dibawa Perdagangan China, Sate Ikan Jadi Kuliner Terlezat dari Tanah Kepulauan Bangka

IndonesiaNew, BANGKA – Kuliner di Indonesia pasti memiliki sejarah dibaliknya, termasuk sate ikan yang menjadi kuliner terlezat yang ada dari Bangka. Makanan ini ternyata kali pertama di bawa oleh para pedagang China yang mendarat di Kepulauan Bangka.

Menurut Pemilik Resto Kembang Katis Cultural Yuna Ekowati mengatakan bahwa kala itu para pedagang China pada tahun 1360-an di jaman Dinasti Ming datang ke Pulau Bangka, apalagi di Pulau Bangka sangat kaya akan kekayaan lautnya.

“Pada jaman Dinasti Ming, para pedagang China yang notabena-nya kebanyakan masyarakat China Hakka datang kali pertama ke Pulau Bangka terlebih dari jumlah jenis kelamin mendominasi kaum laki-laki ketimbang perempuan,” ucapnya kepada IndonesiaNew, belum lama ini.

Baginya, selain kaya akan laut para pedagang China ini hadir di Bangka adalah untuk mencari timah. Dari sinilah, perlahan kuliner sate ikan mulai diperkenalkan.

“Bila dalam bahasa China para penambang atau pedagang biasa disebut Moyan atau Singke yang merupakan julukan dari mereka,” lanjutnya.

Kehadiran sate ikan di Bangka, lahir dari hasil perkawinan warga China dengan warga Bangka itu sendiri. Bahkan, proses pemasakannya pun kala itu masih sederhana yakni menggunakan bahan seadanya. Pembuatan sate ikan ini pun menjadi pilihan dari beragam suguhan kuliner ikan yang ada di Bangka.

“Proses pemasakannya hanya menggunakan kuali serta pengapian hanya mengandalkan kayu bakar. Munculnya sate ikan berawal dari para pedagang maupun penambang dari China tinggal dalam waktu lama yang kemudian menikah dengan warga Bangka,” lanjutnya lagi.

Kemunculan sate ikan tentu memiliki alasan sendiri, selain mudah di dapat maka faktor gizi yang ada di dalam ikan juga kaya untuk kesehatan para pekerja. Tak itu, saja dalam penggunaan ikannya pun memiliki alasan tersendiri.

“Tidak semua ikan bisa digunakan untuk dijadikan sate ikan, biasanya ikan tenggiri dan ikan kerisi karena dua jenis ikan ini memiliki tingkat kekenyalan daging yang enak ketika disantap. Bila menggunakan ikan jenis lain maka akan sulit diolahnya, selain itu ikan tongkol sangat mudah memunculkan alergi oleh karenanya para pedagang maupun penambang China kala itu lebih memilih dua jenis ikan tersebut,” bebernya lagi.

Lantas, bagaimana proses pembuatannya? “Daging ikan tentu diambil dan dipisahkan dari duri ikannya, kemudian digiling hingga halus dengan diberi tambahan lada, bawang merah dan garam setelah itu dibentuk sesuai selera. Sate ikan di Bangka bukan seperti bentuk sate ayam atau sate kambing yang ada di Indonesia. Alasannya sederhana, karena kala itu pisau masuk dalam kategori senjata tajam dan sangat dilarang untuk digunakan dan harus memiliki ijin terlebih dahulu agar tidak disalahgunakan, untuk mengambil dagingnya saja menggunakan tangan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *