Kemenpar Berbagi Ilmu Soal Pelaksanaan Calender of Event Pariwisata

IndonesiaNew, JAKARTA – Pelaksanaan Calender of Event di seluruh pariwisata Indonesia terus diberikan pemahaman oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Bahkan, Kementerian Pariwisata berbagi ilmu perihal pelaksanaan event pariwisata berskala nasional tersebut.

Anggota Pelaksana Tim Calender of Event Kementerian Pariwisata Indonesia Putu Ngurah mengatakan bahwa seluruh event maupun festival pariwisata harus dikemas dengan baik sehingga dengan mudah memancing wisatawan untuk datang ke event tersebut.

“Menghadirkan event pariwisata bukan semata-mata dibuat ala kadarnya saja, namun harus dibuat dengan bagus. Ketika, event pariwisata itu berhasil dikemas dengan benar maka wisatawan akan terus datang ke suatu daerah,” ucapnya di Coaching Clinic Calender of Event (CoE) 2019 di Sparks Luxe Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).

Diakuinya, dalam mengadakan sebuah event maupun festival pariwisata banyak hal yang harus diperhatikan termasuk keberadaan media maupun pewarta foto dalam meliput festival tersebut.

“Komposisi para media dan pewarta foto juga harus ditempatkan dengan baik, termasuk soal kebersihan. Pasalnya, saat event berlangsung dan terlihat bersih maka wisatawan akan merasa nyaman saat menikmatinya,” bebernya.

Dalam coaching clinic tersebut, hadir pula Direktur Utama Java Production Dewi Gontha. Dirinya menuturkan bahwa suatu daerah harus berani mengalami kerugian yang besar, namun hal ini bisa diakali dengan cara melakukan promosi secara besar-besaran.

“Awalnya Java Jazz hanya dikenal sebatas kalangan nasional saja, tapi sekarang sudah dikenal di dunia. Public figur yang hadir juga bukan dari kalangan nasional saja melainkan dari kalangan mancanegara juga hadir. Manfaatkan juga momentum yang ada,” urainya.

Selain itu, anak kandung Peter Gontha ini merasa bahwa dalam melakukan placement atau sisi promosi jangan melakukan bujet yang besar, terlebih dalam hal promosi di media asing. Caranya adalah dengan bekerjasama dari sisi peliputan.

“Gayung bersambut pun terjadi, di mana dulunya live streaming hanya dilakukan live streaming di youtube saja. Pada awalnya pun sebatas diakses di Asia Tenggara, ternyata oleh youtube dibuka secara global sehingga bisa disaksikan secara langsung oleh seluruh penikmat musik di dunia,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Kementerian Pariwisata juga menghadirkan Internasional Commissaire United Cycle Internasional (UCI) Jamaluddin Mahmud. Di sini, pria asal Negeri Jiran Malaysia ini mengatakan bahwa semua spot yang ada di Indonesia bisa digunakan untuk menambah gairah wisatawan saat menikmati sport tourism.

“Manfaatkan alam yang ada di Indonesia, jangan sebatas mengandalkan jalan raya, pantai maupun pedesaan akan tetapi bisa juga memanfaatkan hutan seperti kelapa sawit maupun bekas tambang. Hal ini tentu bisa membuat wisatawan terkesima perihal daerah yang menjadi tempat penyelenggara event pariwisata,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *