Badan Otorita Labuan Bajo: Pulau Komodo Tidak Ditutup!

IndonesiaNew, JAKARTA – Pulau Komodo diisukan ditutup, ternyata isu tersebut dibantah oleh Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo. Di mana, pihaknya menegaskan bahwa Pulau Komodo tidak ditutup. Berikut penjelasannya!

“Pulau komodo tidak ditutup! Kenapa demikian? Karena hingga kini masih ada wisatawan baik mancanegara maupun nusantara datang ke Pulau Komodo,” tegas Direktur Destinasi Pariwisata Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Herry Nabit di acara Rakornas Kementerian Pariwisata di Swissotel, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Selasa (10/9/2019).

Menurutnya, Pulau Komodo hanya dilakukan proses konservasi fungsinya adalah mengembalikan keaslian dari hewan komodo serta proses pengembangan terumbu karang yang ada di Pulau Komodo.

“Dari sisi wisata bahari khususnya kehidupan dilaut terjadi degradasi yakni penurunan terumbu karang, ini diakibatkan kunjungan yang cukup melimpah apalagi proses pertumbuhan terumbu karang butuh waktu lama,” bebernya lagi.

Sementara itu, dari sisi binatang komodo itu sendiri maka dari keaslian hewan tersebut semakin berkurang. Terlebih dari 43 lembah yang ada di Pulau Komodo, tempat di mana hewan tersebut berada maka hanya satu lembah yang dibuka guna dijadikan kawasan umum buat wisatawan melihat kehidupan komodo itu sendiri.

“Menurut beberapa pihak yang melihat hewan komodo maka keaslian dari hewan tersebut kian berkurang, terlebih hewan komodo menjadi jinak, ini diakibatkan dampak dari interaksi dengan manusia. Bila dibatasi, maka diharapkan komodo menjadi lebih liar dan itulah sesuai harapan wisatawan di mana komodo itu adalah binatang liar, buas dan galak. Tak itu saja, potensi pencemaran lingkungan juga berkurang,” urainya lagi.

Herry Nabit menambahkan selain Pulau Komodo, wisatawan melihat komodo di Pulau Rinca, sedangkan untuk wisata bahari terdapat di Kawasan Batu Bolon dan Karang Makasar, apalagi data yang diperoleh di mana kawasan Batu Bolon terdapat 31 orang per hari setelah dibatasi sebelumnya bisa mencapai 100 orang. Kemudian, Karang Makassar (100-150 orang sebelumnya mencapai 300 orang). Terakhir, untuk Pulau Komodo per hari mencapai 300-400 orang sebelumnya bisa mencapai ribuan.

“Kekuatan wisata datang ke Pulau Komodo yakni Komodo itu sendiri dan wisata bahari (underwater), kita menjaga keberlangsungan terumbu karang dan ini menjadi satu syarat agar destinasi bisa menjadi suistanable. Selain itu, kita menjaga kunjungan berulang. Wisatawan ke komodo datang sekali saja berbeda untuk diving maupun snorkeling bisa berulang kali datang. Di mana mencari ribuan side dive dan beberapa lokasi  snorkeling, bila dibatasi otomatis keindahan terus terjaga,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *