Mengikuti Jejak Sejarah Presiden Soekarno di Tanah Bangka

IndonesiaNew, BANGKA BARAT – Dua pesanggrahan di Muntok, Bangka Barat bisa menjadi destinasi sejarah yang wajib dikunjungi wisatawan, mengingat dua tempat inilah Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan sejumlah tokoh penting bangsa ini diasingkan pasca agresi militer Belanda ke-2 dengan menduduki Yogyakarta.

Ketua Mentok Heritage Community (MHC) Chairul Amri Rani di Muntok, Bangka Barat (25/9/2019) mengungkapkan dua pesanggrahan yang sangat terkenal itu adalah Pesanggaran Manumbing dan Pesanggrahan Muntok atau Wisma Ranggam (Pesanggrahan Banka Tin Winning/BTW).

“Yang diasingkan dan menempati Pesanggrahan Manumbing adalah Mohammad Hatta, A.G Pringgodigdo, Assa’at dan Soerjadi Soerjadarma, sedangkan Ir. Soemarno, H. Agus Salim, Ali Sastromidjojo dan Mohammad Roem ditempatkan di Pesanggarahan Muntok atau BTW,” kata Amri.

Amri menuturkan pesanggrahan ini dibangun pada 1927 dan diresmikan pada 19 Agustus 1928 sebagai tempat istirahat para pejabat perusahaan Timah.

Selain dua tempat bersejarah ini, menurut Amri Muntok dan Bangka Barat memiliki banyak destisani sejarah lainnya yak tak kalah menarik dengan nilai historisnya sebagai bagian dari perjalanan Indonesia dan kota Muntok itu sendiri.

Destinasi itu diantaranya ada Museum Timah, Pantai Tanjung Kelian yang berdiri sebuah mercusuar serta pantau berisi sejumlah bangkai kapal Jepang yang karam sisa dari perang dunia ke-2, hingga komplek pemakaman bangsawan melayu yang diklaim sebagai pendiri cikal bakal Kota Muntok.

Ada pula Rumah Mayor Cina yang juga menjadi bagian dari perkembangan Kota Muntok dengan akulturasi budaya Cina, Melayu dan Eropa ini begitu bisa dirasakan di Kota Timah ini.

Mau tahu bagaimana Bangka menjadi penghasil timah terbesar di dunia dengan kualitas terbaik, Rumah Timah bisa menjelaskan semuanya dari awal ditemukan hingga proses penambangan modern yang kini masih berlangsung.

Pesanggrahan Menumbing tempat Soekarno dan Hatta diasingkan (Foto: IndonesiaNew)

Amri menambahkan Muntok adalah kota tua yang berdiri sejak berabad silam dan sejak zaman Belanda, kota Muntok telah dibangun menjadi sebuah kota pelabuhan.

Melalui Pelabuhan Muntok inilah hasil alam terutama lada dan timah putih Bangka, diangkut kapal-kapal Belanda menuju ke daratan Eropa. Jejak-jejak kejayaan Mentok di masa lalu masih bisa dijumpai hingga kini.

“Akulturasi budaya beragam etnis itu pula yang membuat Muntok begitu beragam, bahkan jangan heran jika ada Masjid Jami’ yang berdiri megah berdampingan dengan Kelenteng Kong Fuk Miau, usianya pun sudah ratusan tahun silam,” pungkas Amri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *