Festival Budaya di Yogyakarta (Foto: Kemenpar)

Asli, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Keren Abis!

IndonesiaNew, YOGYAKARTA – Keseruan di Yogyakarta semakin terlihat, apalagi di Kota Gudeg menampilkan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta. Hasilnya, keren abis!

Sekira 30 ribu warga berdesakan menyaksikan perform dari belasan liong alias naga dari Yogyakarta Dragon Festival.

Bahkan, antusiasme warga dan wisatawan memang sudah terlihat sejak pukul 18.00 WIB. Sisi kiri kanan di sepanjang rute yang dilalui peserta festival budaya, sudah disesaki lautan manusia yang datang bersama keluarganya.

Semuanya menonton dengan tertib di balik pagar portabel di sepanjang jalan. Tak itu saja, pengunjung yang datang dibuat bergairah dengan atraksi keren naga terpanjang se-Asia.  Naga sepanjang 159.5 meter yang diangkat ratusan orang itu meliuk-liuk lincah bak naga yang sedang menari.

Sorotan kamera televisi hingga jepretan fotografer sejumlah media nasional sampai tak pernah henti mengabadikan momen ini.

Tak itu saja, iring-iringan karnaval sendiri dipimpin Hoo Hap Hwee di barisan paling depan dengan naga ukuran besar dan panjang. Disusul di belakang naga Singa Mataram dan naga warna hijau bernama naga Isakuiki.

Selain itu, wisatawan kembali dibuat bergairah berkat hentakan naga bernama naga Winongo dan disusul kemudian atraksi yang cukup menarik dari naga mama apasi.

Festival budaya Tionghoa di Yogyakarta (Foto: Kemenpar)

“Alun-Alun Yogyakarta padat sepadat-padatnya. Estimasi panitia ada 30.000 orang yang datang menyaksikan pembukaan Pesta Budaya Tionghoa Yogyakarta 2017,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti, yang didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Kementerian Pariwisata, Wawan Gunawan kepada IndonesiaNew, Minggu (6/2/2017).

Keseruan kian terasa ketika hadirnya ragam kuliner juga ikut memanjakan lidah para pengunjung yang datang. Sekira ada 134 stand kuliner Nusantara yang ikut berpartisipasi.

Selain itu, panitia juga ikut memamerkan rumah budaya Tionghoa zaman dahulu lengkap dengan perabotannya. Bentuk ruangan didesain menyerupai aslinya seperti tempo dulu.

Di panggung utama yang menjadi tempat pembukaan acara, juga dimeriahkan oleh berbagai atraksi. Dari mulai penampilan dan atraksi kelompok TK Happy Holy Kids, sanggar Talenta Dc, Siu Ho Pao dan Hwa Xi Hwa XI, krontjong muda ala-Ala, tari Sekar Pudaystuti, tari Gunung Sari, solawatan versi Jawa, tari Golek Ayun-Ayun, tari Mix Culture Melayu Tionghoa, hadroh, Mama Hao dan Ni Wa Wa, Warak Dugder, Trumpetezra-jazz band, nona sepatu kaca, semua ikut menghibur lautan manusia yang menyemut dari Alun-Alun Jogja hingga kawasan Malioboro.

Ketua Umum Pesta Budaya Tionghoa Yogyakarta 2017 Tri Kirana Muslidatun mengatakan, panitia terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan festival budaya tersebut. Termasuk untuk peserta yang ambil bagian dalam karnaval budaya Jogja Dragon Festival.

“Antisiasme peserta sangat tinggi. Kami terpaksa membatasi liong yang tampil lantaran jumlah peserta yang ambil bagian sangat banyak. Pesta Budaya Tionghoa Yogyakarta 2017 benar-benar luar biasa,” paparnya.

Kepala Bidang Wisata Budaya Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan mengatakan cara ini menjadi bagian dalam menjaga kelestarian budaya di Kota Yogyakarta.

Keramaian festival budaya Tionghoa di Yogyakarta (Foto: Kemenpar)

“Yogyakarta sudah identik dengan wisata budaya, dan kami bertekad melestarikan semuanya. Event ini kami jadikan sebagai calender event tahunan,” bebernya.

Menurutnya, target Presiden untuk 2019 adalah 2 juta wisatawan mancanegara dan 5 juta wisatawan nusantara. Yogyakarta sudah siap dari sisi budaya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan dengan semakin mewujudkan Yogyakarta sebagai kota yang kental budaya dan available buat wisatawan.

“Makin banyak events yang memgundang kekaguman publik, makin tersebar dalam kemasan promosi yang bagus, akan semakin bagus,” tukasnya tersenyum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*