Bekarang Besamo, Tradisi Mancing Masyarakat Batanghari yang Selalu Abadi

IndonesiaNew, BATANGHARI – Setiap wilayah di Tanah Air pasti memiliki daya tarik terbaru buat mendatangkan wisatawan, tak terkecuali Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.

Tradisi masyarakat Batanghari, Jambi ini menjadi magnet yang layak untuk dijual yakni tradisi memancing yang sudah dilakukan sejak dahulu kala. Tradisi ini adalah Bekarang Besamo. Bahkan, tradisi ini tidak akan pernah hilang meski pesatnya era digital di jaman sekarang ini.

Bekarang Besamo merupakan bahasa asli Jambi, di mana memiliki arti Bekarang memiliki arti menangkap ikan secara tradisional sedangkan besamo adalah bersama-sama.

“Awal dari masyarakat pedalaman di desa Batanghari menangkap ikan menggunakan serkap. Di mana, di jaman sekarang untuk menangkap ikan menggunakan jala atau jaring,” ucap Ketua Lomba Bekarang Besamo Adi Junaedi di Desa Pematang Umo Tinggal, Muara Bulian, Batanghari, Jambi, Sabtu (1/12/2018).

Dirinya mengutarakan bahwa serkap atau jala yang dipakai untuk menangkap ikan ini dibuat dari kayu atau bambu yang memiliki ukuran diameter 30 centimeter paling kecil dan 50 centimeter paling besar.

“Selama ini masyarakat pedalaman menangkap ikan dengan cara diracuni kemudian dengan adanya hukum adat yang berlaku maka masyarakat harus menggunakan serkap dan penggunaan racun sudah dilarang,” paparnya.

Ari Junaedi menambahkan bila menangkap ikan kerap dilakukan dua kali dalam satu hari. Biasanya, pada pagi hari sebelum beraktivitas maupun usai beraktivitas.

Bekarang Besamo, tradisi mancing masyarakat Batanghari (Foto: IndonesiaNew)

Kebiasaan menangkap ikan pun dilakukan di area anak sungai atau payau. Ikan yang didapatkan adalah ikan Toman, Patin, Baung dan tembakang.

“Ikan paling besar berukuran 30 kilogram, masyarakat pedalaman selalu menangkap ikan untuk dikonsumsi dan adapula buat dijual demi memenuhi kebutuhan perekonomian mereka,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*