Belum Pulih Akibat Gempa, Wisman Sudah Banjiri 3 Gili di Lombok

IndonesiaNew, JAKARTA – Nusa Tenggara Barat terus berbenah diri akibat diterpa gempa, bahkan wisatawan mancanegara pun sudah membanjiri tiga Gili yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Berdasarkan informasi yang diterima IndonesiaNew, tiga Gili yang ada di Lombok yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air perlahan dibanjiri wisatawan mancanegara. Kebanyakan yang datang dari daratan Eropa.

Bahkan, keberadaan wisatawan tersebut pun sudah terlihat di sejumlah media sosial di Tanah Air. Hal serupa juga diutarakan oleh PIC TCC Kementerian Pariwisata Indonesia Guntur Sakti. Di mana, baginya wisatawan mancanegara yang datang juga enjoy kala datang ke tiga Gili di Lombok.

“Gempa terjadi sekira tanggal 5 Agustus 2018, jika dilihat proses pemulihan bisa mencapai tiga bulan lebih. Alhamdulillah, wisatawan mancanegara sudah datang ke Gili Trawangan bahkan di dua Gili lainnya,” ucapnya kepada IndonesiaNew, Selasa (18/9/2018).

Menurutnya, aktivitas wisatawan juga tidak terlihat khawatir dengan adanya bekas gempa yang terjadi di Lombok.

“Mereka sangat enjoy, bahkan sudah terlihat ada yang menggunakan sepeda. Mereka benar-benar menikmatinya,” paparnya lagi.

Diakuinya, kehadiran wisatawan tersebut kebanyakan datang dari Pulau Dewata Bali. Kehadiran wisatawan mancanegara ini menjadi bukti bahwa keindahan pariwisata Indonesia menjadi perburuannya.

“Seperti kita ketahui bahwa Indonesia kaya akan keindahan dan inilah menjadi incaran para wisatawan. Meski demikian, kita terus melakukan percepatan dalam pembenahan akibat gempa di Lombok,” ulasnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga memastikan tiga strategi recovery NTB berjalan on the track. Pertama terkait Sumber Daya Manusia (SDM) fokusnya ke pelaku pariwisata di NTB. Kedua, pemulihan destinasi dan ketiga yaitu promosi dan pemasaran tetap dilakukan untuk mempromosikan NTB diberbagai kesempatan.

“Untuk Industri pariwisata, OJK telah memberikan relaksasi jasa keuangan. Relaksasi pemulihan dan keringanan pembayaran listrik dan air, retribusi daerah, modal usaha dan dan hutang di bank melalui koordinasi dengan K/L Terkait,” kata Menpar Arief Yahya.

Terkait 3A (atraksi, amenitas, aksesibilitas) pariwisata. Kemenpar juga sudah melakukan koordinasi dan bersurat ke Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk pembenahan Gili.

“Pertama melakukan rehabilitasi terumbu karang yang rusak di perairan 3 Gili dan penataan kembali jalur, trekking Rinjani. Kemudian melakukan Inventarisasi dampak gempa terhadap atraksi pariwisata. Ini memerlukan waktu lama tapi kami terus mendorong,” ujarnya.

Dari sisi aksesibilitas, Menpar Arief Yahya juga sudah bersurat ke Kementerian Perhubungan untuk rehabilitasi kerusakan pelabuhan di destinasi yang terdampak. Yang utama adalah perbaikan Pelabuhan Penyeberangan Teluk Nara. Dermaga Gili Trawangan, Dermaga Publik Senggigi, Pelabuhan Wisata Bangsal, Dermaga Gili Air.

“Amenitasnya juga diperhatikan yaitu perbaikan homestay di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Shelter Sembalun, Senaru, dan Tete Batu. Serta perbaikan prasarana lampu jalan sepanjang jalur strategis pariwisata wilayah Senggigi, Lombok Utara dan pembersihan dan penataan 3 Gili,” tutupnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*