Berantas Korupsi, Jokowi Gandeng Swiss Lacak Money Laundering di Luar Negeri

IndonesiaNew, JAKARTA – Keseriusan Presiden Jokowi dalam memberantas korupsi terus dibuktikan, bahkan pria berdarah Solo ini menggandeng Negara Swiss untuk melacak keberadaan money laundering di luar negeri.

“Kita juga tidak memberikan toleransi sedikit pun buat siapapun yang melakukan Korupsi, kita juga memperoleh titik terang untuk menandatangani mutualisme legal assignment dengan Swiss. Di mana, kita bisa mengejar semua pelaku korupsi di Indonesia yang melakukan money laundry yang disimpan di luar negeri,” ucapnya di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Diakuinya, dalam dunia yang bergerak cepat ini Indonesia harus juga mengikutinya. Terlebih, kata “cepat” merupakan kata penting dalam memenangkan kompetisi, otomatis cepat menggeser yang lambat, rutinitas juga berubah menjadi lebih cepat.

Bahkan, pihaknya juga membangun ekosistem yang baik dari sisi pelayanan. Semua sistem yang panjang harus dipangkas sehingga proses regulasi yang mempersulit tidak akan ditemui lagi.

“Saya berikan contoh pelayanan publik harus cepat dan transparan maka tidak ada relevansi penyuapan. Penyuapan itu ada karena tidak transparan, proses yang ruwet itu harus dibenahi menjadi pelayanan yang cepat,” lanjutnya.

Di sisi lain, Ketua DPR Bambang Soesatyo menyambut baik apa yang dilakukan oleh KPK karena sedini mungkin korupsi harus dicegah, jika praktik transaksional tidak dicegah maka akan timbul menguasai Indonesia dengan cara berkorupsi.

“KPK berupaya dengan baik dalam melakukan pencegahan di tingkat Bupati hingga Gubernur hingga Legislatif. Persoalan suap merupakan tindakan tidak terpuji,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menambahkan hubungan tata kelola pemerintah dan daerah harus dipercepat dalam menumbuhkan perekonomian daerah.

“Untuk mewujudkan konsolidasi yang efektif maka langkah ini menjadi cara yang baik dari memerangi racun demokrasi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*