Turis asing di Lombok dikenakan hukum adat (Foto: BBC)

Bikin Wisatawan Nyaman, Lombok Gunakan Hukum Adat!

IndonesiaNew, JAKARTA – Bepergian ke Lombok, Kamu jangan heran bila jarang menemukan keamanan yang ketat. Pasalnya, Lombok lebih memilih hukum adat.

“Untuk di Lombok, hampir tidak ada ditemukan alat keamanan negara seperti kepolisian, TNI atau keamanan lainnya. Di Lombok lebih mengutamakan hukum adat,” jelas Kadispar Lombok, Lalu Mohammad Faozal kepada IndonesiaNew, Rabu (21/12/2016).

Diakuinya, dengan menggunakan hukum adat maka tanpa disadari mampu mengurangi tingkat kriminalitas di Lombok. “Cara ini menjadi bentuk konsekuensi dari masyarakat lokal untuk menjadikan Lombok, khususnya Gili Trawangan menjadi aman untuk wisatawan. Dalam bahasa Lombok dinamakan awak kawik,” paparnya lagi.

Penggunaan hukum adat di Lombok ini nyatanya bukan isapan jempol. Baru-baru ini, dihebohkan oleh tertangkapnya sepasang wisatawan asing yang terlihat mencuri sepeda.

Keramaian ini nyatanya juga di-upload ke sosial media Facebook, tengah ramai beredar foto-foto sepasang turis bule yang sedang diarak massa.

Foto tersebut memperlihatkan mereka tengah berjalan di tengah iringan banyak orang, termasuk kawalan beberapa petugas berseragam. Lokasinya di Gili Trawangan. Bahkan, di bagian dadanya diberi tulisan ‘I AM THIEVE. DON’T DO WHAT I DID!

“Sebenarnya wisatawan tersebut tidak adaniatan untuk mencuri. Hanya saja wisatawan tersebut kehabisan uang akibat menikmati yang berlebihan kemudian mengambil barang. Kriminalitas di Lombok kebanyakan hanyalah spontanitas,” tuturnya.

Meski demikian, Lalu Faozal menyadari tetap mengutamakan keamanan di Lombok. Hal ini dilakukan akibat belajar dari Bali telah kecolongan dua kali akibat serangan teroris.

“Keamanan negara pastinya dilakukan di pintu masuk. Keamanan ini tentunya bisa meminimalisir kehadiran bawaan barang berbahaya,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*