Candi Borobudur (Foto: Pegi-pegi)

Cara Cerdas Menpar Arief Yahya Hidupkan Wisata Borobudur

IndonesiaNew, MAGELANG – Pergerakan cepat dilakukan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam membangun Candi Borobudur untuk mendatangkan wisatawan lebih besar. Inilah gerakan cepat tersebut!

Melalui PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC), sebagai pengelola kawasan Borobudur telah membangun homestay di setiap desa yang ada di sekitar Borobudur.

Di mana, untuk satu desa dibangun 20 kamar homestay. Ke semuanya berada di sekitar kawasan Borobudur yang terdapat 20 desa, termasuk 400 kamar baru.

Menurut Edy Setijono selaku Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) Bulan mengatakan ada tiga desa yang memiliki homestay baru. Ini artinya, sudah ada tambahan 60 kamar sehingga diharapkan di 2017 pembangunan homestay untuk 20 desa bisa tuntas.

Homestay ini benar-benar bangunan baru dengan desain khusus. Bukan meng-upgrade yang sudah ada. Kita ingin membuat standarisasi dengan membuat baru sebagai contoh. Kita kejar-kejaran dengan waktu,” jelasnya kepada IndonesiaNew, Senin (6/3/2017).

Baginya, homestay yang dibangun oleh Badan Usaha Milik Negara menelan biaya sebesar Rp70 juta per kamar. Nilai ini dihitung dari satu desa 20 kamar, maka dana yang dikucurkan sebesar Rp1,5 miliar per desa.

Homestay ini dibangun di lahan desa atau tanah milik warga yang bisa dikerjasamakan. Hal ini dilakukan agar masyarakat ikut merasakan kue pembangunan di sektor pariwisata. Masyarakat pun benar-benar disiapkan agar menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan,” lanjutnya lagi.

Diakuinya, untuk soal target wisatawan ke Borobudur hingga 2019 ditargetkan 2 juta wisatawan mancanegara ke Borobudur atau setidaknya 5.000 wisatawan mancanegara per hari.

Jika separuh jumlah tersebut menginap di Borobudur, maka butuh 1.000 hingga 2.000 kamar. Dengan melihat celah inilah, maka pilihan tercepat adalah dengan membangun homestay.

“Jika ada 400 kamar homestay, berarti 25 persen tamu menginap di homestay. Artinya, masyarakat langsung ikut menikmati,” urainya.

Tak sebatas homestay, wisatawan bakal mendapat pelayanan yang baik sehingga akan dikoneksikan dengan Manajemen Hotel Indonesia Group, yakni jaringan hotel milik BUMN. Saat ini sudah ada 40 hotel yang masuk di manajemen Hotel Indonesia Group ini. Targetnya, 100 hotel di tahun 2017. “Jadi, homestay ini nantinya member of Hotel Indonesia Group,” bebernya.

Selain itu, pemesanan kamar di homestay ini bakal dilakukan dengan model bundling pembelian tiket masuk ke Candi Borobudur. Konsep baru tersebut adalah pengembangan Ekosistem Pariwisata Kawasan Borobudur.

“Intinya, Borobudur tidak akan bisa berkembang sendirian. Harus didukung oleh destinasi wisata lain di sekitar, serta dukungan dari masyarakat sekitar. Itulah sebabnya, yang kami kembangkan adalah ekosistem pariwisata kawasan,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*