Empat Pasar di Solo Siap Mengejutkan Dunia!

IndonesiaNew, JAKARTA – Solo dikenal sebagai kota budaya, bahkan Solo siap Bram dunia melalui pasar tradisional yang dimilikinya.

Pengembangan pasar tradisional ini merupakan bagian target dari Presiden Jokowi agar pasar tradisional menjadi pasar yang menarik dikunjungi.

“Dari 5 ribu pasar yang diminta oleh Presiden Jokowi, maka untuk Solo itu sendiri ada empat pasar yang siap mendunia,” jelas Kepala Dinas Perdagangan Surakarta, Subagio di acara jumpa pers Solo Great Sale 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta Pusat, Senin (16/1/2017).

Diakuinya, empat pasar tersebut adalah pasar Klewer Timur, pasar Rokok Sari, pasar Sangkrah dan pasar Jepreh. Untuk mempercantik empat pasar tersebut menghabiskan biaya yang berbeda pula.

“Untuk pasar Klewer Timur menghabiskan Rp48 miliar, pasar Rokok Sari Rp19 miliar, pasar Sangkrah Rp17 miliar dan pasar Jepreh untuk tahap pertama Rp4 miliar,” lanjutnya.

Subagio juga menuturkan pasar yang akan dibangun maka tidak menghilangkan karakteristik Yogyakarta dan Solo.

“Pasar di Solo harus ramah lingkungan dan efektif, di mana pedagang pembeli bisa bertemu dan ada zonasi basah, kering dan kuliner. Kemudahan ini bisa didapatkan dengan baik,” paparnya.

Lalu, bagaimana dengan pengelolaan kebersihan yang ada di pasar tersebut? “Identik yang ada di pasar yakni kotor, kumuh. Tapi di Solo punya arti yakni re rajut arti, artinya pasar harus ramah, jujur, tertib, aman dan simpatik dan itu jargon kita. Di sana ada pengelola, paguyuban, dan bisa menciptakan pasar bersih, secara mandiri. Terdapat keranjang sampah. Ada ruang merokok sendiri, tempat sampah berbeda,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*