Wisatawan mancanegara saat belanja di Indonesia (Foto: Shutterstock)

Era Digital Bikin Pariwisata Melejit

IndonesiaNew, BANDUNG – Di era milenial membuat diunia pariwisata Indonesia kian melambung tinggi, hal ini diakui oleh Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata I Gde Pitana.

“Transformasi digital membawa dampak banyak yakni percepatan informasi, kemudian wisatawan sudah experience turis karena mereka sudah mempelajari termasuk soal transportasi. Oleh karenanya melalui era digital membuat pariwisata melejit,” tegasnya di acara Road to Indonesia Tourism Outlook (ITO) prospek dan tantangan Pariwisata Indonesia di tahun 2018 di STP Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/10/2018).

Diakuinya, 10 tahun lalu UNWTO mengatakan bahwa pariwisata pasti mengalami kemajuan, apalagi di tahun 50an kenaikan mencapai 20 juta namun di tahun 2020 mencapai 1,6 miliar. Di mana pertumbuhan selalu naik dan mencapai 3,2 persen dan pertumbuhan di 2017 yakni 6,2 persen.

“Sejak tahun 2015 pertumbuhan di negara berkembang termasuk Indonesia mengungguli negara maju termasuk Europe sekaligus, pertumbuhan wisman ke negara berkembang 2 kali lebih cepat dibandingkan negara maju,” lanjutnya.

Pria yang juga menjabat Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana ini menambahkan melalui era minlenial semakin memudahkan wisatawan berwisata. Apalagi, Lebih dari 70 persen wisatawan menggunakan jari untuk mencari informasi, sehingga para pekerja pariwisata tidak bisa memiliki alasan untuk memperdayai wisatawan.

“Soal perilaku, consumer telah menjadi produser, sebagai contoh saya datang ke Bandung kemudian juga berfungsi sebagai pemberi informasi sehingga membawa dampak yang baik buat wisatawan,” urainya lagi.

Sementara itu, Sesdep Pengembangan Pemasaran 1 Kementerian Pariwisata Edy Wardoyo menambahkan melalui era milenial menjadi tantangan tersendiri, namun ke depannya bagaimana dunia pariwisata bukan sebatas top up melainkan dari bottom up sehingga bisa berpartisipasi masyarakat dalam mendukung pariwisata, masyarakat juga bisa mempunyai kesadaran yang tinggi sebagai modal utama dalam menjaga kelanggengan prestasi pariwisata selama ini dan ini bukan perkara yang gampang untuk dilakukan terlebih di era cyber atau milenial.

“Kita tidak ingin prestasi pariwisata mengalami penurunan di tahun mendatang, jangan sampai bergantung pada seseorang melainkan masyarakat harus bisa berkembang,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*