Filosofi Indonesia yang Ada di Kuliner Rendang

IndonesiaNew, JAKARTA – Makanan rendang telah diakui dunia melalui CNN yang menyatakan rendang makanan terlezat di dunia. Ternyata, di dalam rendang menyimpan filosofi Indonesia.

Hal ini dikatakan Vita Datau Messakh, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Indonesia, di mana rendang mempunyai filosofi tinggi terhadap budaya maupun perilaku masyarakat di Tanah Air.

“Makanan rendang itu memiliki pengaruh budaya Arab dan Timur Tengah, karena kalau itu di Sumatera Barat sangat mendominasi perdagangan Arab sebelum masuknya Jepang dan Kolonial Belanda,” jelasnya kepada IndonesiaNew di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, filosofi pertama ada pada penggunaan daging sapi yang menjadi kekuatan masakan rendang.

“Daging melambangkan Ninik Mamak Yakni soal kemakmuran. Dimana sejak zaman dahulu orang tua membekali anaknya yg mau marantau dengan makanan kaya protein yaitu daging,” lanjutnya.

Selain itu, di rendang terdapat kelapa merupakan pemersatu sekaligus simbol dari Cendikiawan yang mempersatukan semua unsur masyarakat. Santan dalam hal ini memang mempunyai pengaruh kuat dalam proses pembuatan rendang.

“Cabai adalah simbol para guru agama yang mengajarkan anak-anak dengan kata-kata yang pedas dan tegas. Agar menjadi generasi penerus yang berbudi pekerti,” bebernya.

Terakhir, rempah-rempah dan bumbu lain melambangkan semua unsur masyarakat adalah penting.

“Tanpa rempah maka tidak akan sampai pada rasa rendang yang lengkap,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*