Gempa di NTB, Inilah Reaksi Cepat Presiden Jokowi

IndonesiaNew, LOMBOK – Perhatian Presiden Joko Widodo atas bencana alam gempa bumi berskala 6,4 Skala Richter (SR) di Lombok, Bali dan Sumbawa luar biasa serius. Hanya berselang sehari, orang nomor satu di Republik Indonesia ini turun ke lapangan, memastikan proses penanganan bencana berlangsung cepat, aman dan lancar.

Dengan menggunakan helikopter, Presiden Jokowi tiba di Lapangan Madayin, Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Statement pertama yang disampaikan presiden adalah menyampaikan rasa duka dan belasungkawa bagi korban bencana gempa yang terjadi pada Minggu, 29 Juli 2018, sekira pukul 05.47 WIB.

“Kita ingin mengucapkan duka yang mendalam atas musibah ini, terutama bagi korban yang meninggal. Semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT dan diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya,” ujarnya Senin (30/6/2018).

Kejadian bencana itu menimpa destinasi wisata, Menpar Arief Yahya juga langsung bergerak dan mengaktivasi Tim Crisis Center Kemenpar. Pengalaman penanganan erupsi Gunung Agung Bali lalu menjadi model untuk diterapkan di Lombok.

“Pertama, kami turut berduka kepada para korban. Termasuk wisatawan mancanegara yang sedang berwisata di atas Gunung Rinjani,” ucap Menpar Arief Yahya, kepada wartawan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

“Saya sudah menunjuk Kepala Dinas Provinsi (Kadisprov) NTB dan Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok untuk memimpin proses penanganan korban wisatawan yang sedang berlibur dan terjebak di Rinjani. Kami juga menurunkan Foodtruck Poltekpar Lombok untuk menyiapkan makanan dan menjemput mereka di Sembalun,” jelas Menpar Arief.

Selain itu, hari ini, bagi mereka yang belum bisa pulang kembali ke tanah air mereka, beberapa hotel juga sudah menggunakan SOP yang sama dengan Bali. Yakni, siap menampung para wisatawan itu sehari ini free of charge alias gratis, dan selanjutnya memberi diskon terbaik, dari 25% sampai maksimal 50%.

“Kami juga akan mengantarkan wisatawan itu sampai ke terminal terdekat dari Lombok, seandainya mereka belum bisa terbang dari Lombok International Airport (LIA). Bisa ke Denpasar, Banyuwangi, atau Surabaya, dan gratis. Kami juga langsung berkoordinasi dengan Kedutaan Negara-negara yang warganya ikut menjadi korban bencana itu,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Yang pasti, Menpar Arief Yahya menegaskan, bahwa ketika terjadi bencana alam seperti ini, maka pihaknya harus memberikan informasi yang jelas, lengkap dan faktual kepada publik. Termasuk di negara tempat mereka berasal. Semua channel media yang menjadi mitra Kemenpar juga akan digunakan untuk menyampaikan pesan itu.

Kadisprov NTB Lalu Faozal juga menggelar rapat dengan Dubes Thailand dan tim untuk membahas teknis mengantar wisman khususnya dari Thailand meninggalkan Lombok. Rencananya, rombongan Dubes Thailand akan berangkat dan didampingi tim Pariwisata ke Sembalun sekitar jam 12.30 siang, 30 Juli 2018 ini. Bandara Lombok sendiri, kondisinya masih normal dan beroperasi seperti biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*