Wisatawan China (Foto: Shutterstock)

GIPI Bicara Soal Wisatawan China

IndonesiaNew, JAKARTA – Beredarnya isu melonjak tenaga kerja asing khususnya China ke Indonesia dengan memanfaatkan bebas visa ditanggapi oleh Gabungan Industri Pariwisata Indonesia.

Menurut Didien Junaedy, Ketua Umum GIPI memastikan bahwa beredarnya isu tersebut sangatlah tidak mungkin dan tidak realistis.

“Kebijakan bebas visa kunjungan (BVK) tidak terkait dengan pekerja ilegal. Industri pariwisata telah membahasnya. Bebas visa dan ijin bekerja di suatu negara itu dua hal yang berbeda,” ujarnya di Jakarta.

Menurutnya, saat ini wisatawan China ke Indonesia meningkat dengan pesat, data menunjukkan pada tahun 2015 sebesar 1.1414.330 orang, pada tahun 2016 periode Januari hingga Oktober saja sudah mencapai 1.221.422 orang atau tumbuh 24,12 %.

Tidak hanya ke Indonesia, wisatawan China ke Jepang, Singapura dan negara-negara Asia lainnya juga meningkat drastis. Jumlah outbound wisatawan China sekira 130 juta dan ini merupakan pasar yang besar untuk menghasilkan devisa negara untuk Indonesia.

“Banyak sekali negara destinasi bersaing berupaya menarik mereka, antara lain melalui kemudahan dan pembebasan visa kunjungan. Dari Negara ASEAN, Jepang, Korea, hingga Amerika, Eropa dan Australia. Devisa kita pun bisa terdongkrak dari sini,” bebernya.

Didien Junaedy menambahkan jika kebijakan bebas visa menjadi pintu masuk pekerja ilegal dari China maka Singapura dan Malaysia juga akan menghadapi persoalan yang sama, karena negara-negara tersebut juga memberlakukan kebijakan yang sama.

“Negara lain di Asean juga memberlakukan Bebas Visa Kunjungan, mestinya mereka juga diserbu pekerja ilegal China karena peluang kerja lebih tersedia disana. Tapi kenyataannya kan tidak,” terangnya.

Melihat sikap pemerintah inilah membuat pihaknya mengapresiasi terhadap Presiden Jokowi yang secara tegas akan menindak para penyebar isu banyaknya pekerja illegal masuk dari China menggunakan fasilitas bebas visa.

“Kita sangat apresiasi terhadap Presiden Jokowi yang bersikap tegas meredam isu tersebut. Isu tersebut sangat merugikan sektor pariwisata yang saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia. Pertumbuhan pariwisata dibawah kepemimpinan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat ini sedang bagus-bagusnya jangan sampai terhambat dengan isu-isu tersebut,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*