Wisatawan mancanegara (Foto: CNN)

GIPI Siap Bantu Pemerintah Tingkatkan Kunjungan Wisman

IndonesiaNew, JAKARTA – Dalam rapat perdana Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Industri Pariwisata ini menyatakan siap membantu pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) menggelar rapat perdana di akhir tahun ini membahas pemilihan pengurus dan program kerja. Rapat GIPI kepengurusan periode 2016-2021 yang digelar di Gedung Wisma Nugra Santana Jakarta belum lama ini.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) periode 2016-2021, Didien Junaedy menyatakan menjadi payung bagi seluruh organisasi pariwisata yang ada di Indonesia, selain itu GIPI juga menjadi wadah komunikasi dan konsultasi bagi para anggotanya dalam menyelenggarakan kegiatan kepariwisataan.

Candi Prambanan (Foto: Nationalgeographic)

Sebagai suatu wadah bagi para pelaku Industri Pariwisata, GIPI juga menjadi mitra kerja pemerintah. GIPI bertekad menjadi partner pemerintah dalam pembangunan pariwisata Indonesia, memaksimalkan potensi yang ada turut mengejar target mendatangkan 20 juta wisman dan pergerakan wisnus sebesar 275 juta orang pada 2019 nanti.

“Ke depan, tantangan pariwisata tak ringan. Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan target kenaikan dua kali lipat kunjungan wisatawan hingga 2019. Pariwisata juga diminta memberikan kontribusi pada produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 8 persen, dengan devisa sebesar Rp280 triliun, serta membuka 13 juta lapangan kerja. Hal itu hanya bisa diraih bila pemerintah dan swasta berkolaborasi kuat”, paparnya.

Dirinya menambahkan dalam perjalananannya, capaian pariwisata pada 2015 sudah membaik. Jumlah kunjungan wisman menembus angka 10 juta orang dan jumlah wisnus 255 juta orang.

Turis asing saat liburan ke Bali (Foto: Antaranews)

Kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional sebesar 4 persen, dengan devisa yang dihasilkan sekitar Rp155 triliun, dan 11,3 juta lapangan kerja baru. Angka indeks daya saing juga naik 20 poin, menjadi ranking 50 dari 141 negara.

“Ke depan perlu kolaborasi yang lebih kuat lagi semua unsur pentahelix (pemerintah, kalangan bisnis, akademisi, community dan media) agar target itu bisa diraih. Jika semua unsur itu bersatu saya yakin Indonesia akan menuju jaman pariwisata keemasan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*