Hidupkan UKM, Kampus Ini Berikan Edukasi pada Masyarakat

IndonesiaNew, CIANJUR – Usaha Kecil Menengah (UKM) masyarakat terus dihidupkan, bahkan salah satu kampus ternama di Jakarta terus mengedukasi kepada masyarakat agar roda perekonomian bisa berjalan.

Kampus ternama tersebut adalah Universitas Prasetya Mulya, kegiatan edukasi kepada masyarakat ini dilakukan kala para mahasiswa dan mahasiswi melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menimba ilmu perbisnisan.

“Dengan keterlibatan Prasetya Mulya maka produk lokal yang memiliki latar belakang berbeda bisa terbentuk dengan baik sehingga terbantu mengenalkan produknya, selain itu bisa terciptanya jalur baru yang dikembangkan oleh mahasiswa itu sendiri,” ujar Manajer Pusat Pengembangan Usaha Kecil (PPUK) Universitas Prasetya Mulya Muliadi Palesangi, Sabtu (9/2/2019).

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dan mahasiswi bisa mengasah soal keperdulian sosial sehingga ilmu yang didapatkan dari pendidikan yang diterima di kampusnya bisa diaplikasikan kepada masyarakat.

“Para mahasiswa dan mahasiswi melakukan kegiatan KKN selama 4 bulan mulai dari fase pra, lief ini hingga pendampingan,” lanjutnya.

Baginya, kegiatan ini dilakukan dari tahun 2008, daerah yang disasarnya masih berkisaran daerah Jawa Barat mulai dari Sukabumi, Purwakarta, Cianjur. Bahkan, sejauh ini sudah 48 desa yang digarap.

“Dari 48 desa terdapat 300 usaha mikro dengan total yang didampingi sebanyak 91 makanan dan minuman, jasa dan agro bisnis sebanyak 7, ada 6 kriya hingga 111 kelompok builder,” urainya lagi.

Diakuinya lagi, hingga kini dari 48 desa yang sudah diberikan pengetahuan oleh mahasiswa dan mahasiswi Universitas Prasetya Mulya ada satu desa yang sukses hingga kini.

“Dari sekian desa, ada satu desa yaitu Desa Cibeber yang melakukan usaha kuliner yang awalnya hanya sebatas distributor namun setelah diberikan pengetahuan kini desa tersebut telah sukses,” paparnya.

Muliadi menambahkan bahwa pengetahuan yang dilakukan oleh mahasiswa dan mahasiswinya adalah langkah ke depan yang bisa dilakukan oleh para pelaku produk lokal.

“Para mahasiswa dan mahasiswi memberikan edukasi bagaimana cara mempromosikannya, apa yang harus dilakukan oleh produk tersebut, serta inovasi apa yang harus dilakukannya,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*