Wisatawan mancanegara berlibur di Indonesia (Foto: ABC)

Hitung Cepat Jumlah Wisman ke Indonesia, BPS Pakai Data Roaming

IndonesiaNew, JAKARTA – Di era digital membuat Badan Pusat Statistik mengubah caranya menghitung jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia. Inilah cara cepatnya.

Badan Pusat Statistik secara resmi Oktober 2016 sudah menggunakan data roaming. Cara ini dinilai cukup ampuh untuk mengetahui pergerakan wisatawan mancanegara selama di Indonesia.

“Dengan memakai data roaming maka secara timeless pergerakan wisaawan mancanegara ebih cepat didapatkan. Otomatis, dari sisi data mudah diraih,” jelas Dr.Ir Sasmito Hadi Wibowo selaku Deputi Kepala Badan Pusat Statistik Bidang Statistik Distribusi dan Jasa di Badan Pusat Statistik, Gunung Sahari, Jakara Pusat, Senin (30/1/2017).

Menurutnya, cara ini dengan cepat dilakukan karena tanpa melibatkan Sumber Daya Manusia untuk terjun ke lapangan. Dari hasil inilah, nantinya Badan Pusat Statistik dengan mudah mencocokkan data dengan Imigrasi maupun Pos Pelintas Batas.

“Ketika kami dapatkan hasilnya, maka langsung dikoordinasikan dengan pihak terkait sehingga penghitungan cepat kunjungan wisatawan mancanegara bisa dilakukan,” bebernya.

Sasmito Hadi Wibowo menambahkan dengan memakai data roaming maka penghitungan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara bisa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan mesin.

“Data roaming tentunya bisa mencatat kedatangan wisatawan mancanegara tanpa ada campur tangan manusia. Terlebih, pergerakan wisatawan yang tidak melalui jalur pos lintas batas dengan mudah diketahui,” tambahnya.

Selama ini, Badan Pusat Statistik harus menunggu hasil setipa bulan yang diperoleh dari pihak imigrasi yang meliputi seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia.

“Data roaming ini menggunakan jaringan provider dari seluruh negara sehingga dengan mudah mendeteksi pergerakan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia,” tuturnya lagi.

Diakui Sasmito dengan menggunakan data roaming memang masih terdapat kelemahan. Oleh karena itulah, pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

“Sejauh ini, semua masyarakat yang membeli kartu perdana telepon di seluruh gerai di Indonesia tanpa memperlihatkan paspor dan ini akan kita sosialisasikan dengan cepat kepada Kemenkoinfo. Karena, cara ini yang dilakukan di negara lain,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*