Wisata MICE (Foto: Shutterstock)

Hotel di Indonesia Bergantung pada Segmen Pemerintah

IndonesiaNew, JAKARTA – Pertumbuhan MICE di Indonesia masih sangat lambat. Pasalnya, seluruh hotel di Tanah Air masih bergantung pada segmen pemerintah.

“Mice di Indonesia masih terbatas, terlebih seluruh hotel di Indonesia masih mengandalkan segmen pemerintah. Belum berani mengambil pasar MICE dari luar negeri,” tegas Ketua Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani di JS. Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/1/2017).

Menurutnya, ketergantungan pada segmen pemerintah masih terlihat di daerah. Khususnya di Kalimantan dan Manado.

“Anda bisa lihat di daerah. Di mana, 50 persen hingga 80 persen masih bergantung kepada pemerintah. Apalagi, saat anggaran turun langsung melakukan meeting di hotel,” bebernya lagi.

Berbeda dengan di Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar yang tak mengandalkan hotel untuk melakukan MICE (Meeting, Incentif, Conference and Exhibition). Pasalnya, dari sisi infrastruktur sangat memadai.

“Kalau kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Makassar itu mungkin bisa lebih rendah sekira 40 persen sampai 60 persen,” bebernya lagi.

Haryadi Sukamdani menantang seluruh pelaku pasar MICE di Indonesia harus berani membuat gebrakan baru untuk menarik pasar MICE di dunia internasional.

“Kita berinisiatif untuk mengadakan visit Indonesia 2018 untuk meng-create demand baru. Di mana, semua stakeholder termasuk yang bergerak di bidang MICE didorong untuk lebih insiatif untuk membentuk pasar yang baru,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*