Indomie Abang Adek (Foto: IndonesiaNew)

Indomie Abang Adek, Pedasnya Nampol!

IndonesiaNEW, JAKARTA – Hampir semua orang menyukai mie instan. Bila kamu termasuk penggila pedas pada santapan mie instan, sudah sepatutnya kamu mencicipi Indomie Abang Adek yang berada di Kawasan Grogol, Jakarta Barat.

Makanan ini sudah tersohor di kalangan warga Ibu Kota karena kadar pedasnya yang menggila. Dimanakah letak kenikmatan warung Indomie pinggir jalan ini?

Warung Indomie Abang Adek yang memiliki dua lantai ini menempati posisi strategis. Para penggemarnya pun tidak akan kesulitan menemukan warung ini.

“Kalau membuka rumah makan dengan tempat yang sulit, tentunya akan membuat pelanggan enggan untuk kembali,” ucap Timus, pemilik Warung Indomie Abang Adek kepada IndonesiaNew saat ditemui di warungnya di Jalan Mandala Utara No. 8 Grogol, Jakarta Barat, belum lama ini.

Di sini, dirinya membeberkan rahasia kenikmatan Indomie pedas mampus, level pedas tertinggi yang paling digemari pelanggannya, yang memakai 160-200 cabai.

Sebelum membuat Indomie, terlebih dahulu dirinya memilih cabai yang diinginkan. Menurutnya, dalam mengolah cabai, maka gunakan cabai berukuran lebih besar ketimbang cabai kecil.

“Pilih cabai yang gemuk karena cabai yang besar memiliki kadar pedas lebih banyak sehingga ketika diolah, pedasnya bakal terasa sampai ujung lidah,” tuturnya.

Dirinya menambahkan bila faktor warna kulit cabai juga berpengaruh pada rasanya. Kulit cabai yang sudah berwarna pucat tidak layak digunakan. Rasa asam akan mendominasi, kenikmatannya berkurang, khususnya dari segi kepedasannya.

Usai memilih cabai, cuci hingga bersih lalu masukkan ke dalam panci yang sudah berisi air dingin. Setelah itu, cabai barulah direbus.

“Proses perebusan dilakukan satu jam, fungsinya biar empuk. Selanjutnya lakukan dari air masih dingin. Jangan gunakan air yang sudah mendidih, sebab suhu panas tinggi akan membuat pori-pori cabai tertutup, pedasnya pun berkurang,” lugasnya.

Ketika cabai mendekati tingkat kematangan yang pas, maka mulailah dilakukan pembuatan Indomie. Proses pemasakan mi dilakukan seperti biasanya.

“Masak Indomie jangan sampai cabai menjadi dingin kembali usai direbus. Bila dingin, pedasnya berkurang. Cabai pun akan sulit diolah,” ujarnya.

Dalam melakukan pengulekan cabai, dirinya menyarankan agar memberikan penutup pada hidung Anda supaya aroma pedasnya tidak menusuk.

Saat cabai sudah halus, campurkan ke dalam piring yang sudah terdapat bumbu Indomie. Kemudian, masukkan Indomie yang sudah matang dan campurkan secara merata.

Bagi yang ingin mencicipi Indomie Abang Adek, butuh kesabaran tinggi sebab untuk antreannya cukup panjang. Indomie yang kami inginkan pun datang, setelah 50 menit menunggu.

Begitu Indomie tiba di hadapan, aroma pedas yang muncul dari cabai rawit segera menusuk hidung. Warna merah serta biji cabainya pun mewarnai Indomie yang kami pesan. Sudah bisa terbayangkan bagaimana rasa pedasnya.

Begitu disantap…sadis sekali pedasnya! Keringat langsung berkucuran, rasa gatal di kepala pun menyerang, juga air mata yang langsung menetes.

Adit, salah seorang pelanggan Indomie Abang Adek, mengaku menyukai rasa pedas. Namun, ketika merasakan Indomie pedas mampus, dirinya langsung mengacungi dua jempol.

“Kalau pedas saus sebatas membuat perut panas, tetapi Indomie Abang Adek pedas mampus ini mulai dari lidah, kepala, semuanya terasa sekali. Pedasnya memang gila,” tutup pria yang tinggal di Cinere, Jakarta Selatan, ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*