Indonesia raih penghargaan bawah laut di London (Foto: Shutterstock)

Indonesia Raih Penghargaan Dive Magazine di London

IndonesiaNew, LONDON – Indonesia terus menjulang prestasi di dunia Internasional. Kali ini datang dari Dive Magazine yang bermarkas di London yang merilis hasil voting online tentang destinasi bawah laut dan dive center terbaik dunia, di mana Indonesia menyabet gelar membanggakan.

“Tahun lalu, pilihan pembaca Dive Magazine juga menempatkan Indonesia sebagai nomor satu dunia! Tahun ini juga kita rebut kembali, kemenangan itu direncanakan! Kemenangan itu tidak datang secara tiba-tiba,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, Jumat (3/11/2017).

Diakuinya, dalam kinerjnya tidak pernah mempertontonkan cara kerja secara fisik ke khalayak. Tidak “show” secara vulgar, sekalipun tahun 2016 sudah diakui dunia dengan 46 penghargaan dari 22 negara. Juara dunia di underwater ini, memperkuat reputasi Arief Yahya di global level.

“Produk yang hebat, jika dipromosikan dengan baik, melalui saluran dan cara yang tepat, akan mendapatkan hasil sempurna! Atraksi nature and culture kita rata-rata hebat dan world class. Terbukti kan? Jika disentuh dengan baik, kita langganan juara dunia,” lanjutnya.

Dari voting yang digelar tanggal 1 hingga 31 Oktober 2017 Indonesia kembali menjadi jawaranya. Indonesia selama dua tahun berturut-turut menjadi jawara versi Dive Magazine berdasar pilihan ribuan netizens dari berbagai penjuru jagat.

Polling online itu sebenarnya sudah dimulai pada Mei lalu hingga menghasilkan 13.845 suara dengan ratusan opsi destinasi. Selanjutnya, jumlah nominasinya dipersempit berdasar ranking voters sehingga mengecil menjadi 25 opsi untuk setiap kategori.

Kemudian polling dilanjutkan selama sebulan pada Oktober lalu dengan jumlah opsi yang lebih kecil. Ada tiga jenis kategori yang disodorkan ke voters untuk dipilih secara online. Yakni destinasi terbaik (best detination), dive center atau resor selam terbaik, serta liveaboards (kapal pesiar atau yacht untuk tinggal bagi wisatawan) terbaik.

Dari hasil itu, Indonesia merajai 10 besar destinasi terbaik mengalahkan rival kelas berat seperti Fiilipina, Azires, Meksiko, Maldives, Mesir, Bahama, Thailand, Fiji dan Papua Nugini. Indonesia mengantongi 1.067 suara atau 11,45 persen dari total 9.399 suara.

Sedangkan Filipina di peringkat kedua hanya meraih 749 suara atau 7,97 persen. Pesona negeri kepulauan di sisi barat Samudra Pasifik itu belum bisa menandingi keindahan Indonesia yang memiliki beragam habitat dan spesies serta titik-titik menyelam kelas wahid.

Peringkat ketiga Azores, kepulauan di Samudra Atlantik. Namun, wilayah otonomi Portugal itu hanya meraih 576 suara (6,13 persen). “Indonesia memenangi destinasi top dunia selama dua tahun berturut-turut,” tulis Dive Magazine.

Selain kategori tersebut, terdapat kategori lain yang menjadi milik Indonesia, yakni dive center atau resor selam terbaik.

Juara dunia dari Indonesia itu adalah Siladen Resort and Spa di Manado. Resor di kawasan Taman Nasional Bunaken itu meraih 820 suara atau 26,31 persen dari total 3.117 suara.

Pesaing terdekatnya adalah Helengeli Island Resort  di Maldives. Namun, raihan resor di Samudra Hindia itu hanya 469 suara. Dive Magazin menulis, Siladen sebagai resor mewah di jantung Taman Nasional Bunaken memang sudah dikenal lama karena kualitas penyelamannya.

Tak kalah menakjubkan, Indonesia benar-benar mendominasi untuk kategori dive center terbaik. Berdasar survei online itu, tujuh dari 10 dive center terbaik versi Dive Magazine ada di Indonesia. Selain Siladen di peringkat pertama, ada pula Wakatobi di urutan ketiga.

Selanjutnya, peringkat dive center terbaik secara berurutan adalah Lembeh Resorts (Sumatera Barat), Atmosphere Dauin (Filipina), Misool (Papua Barat), Papua Paradise (Papua Barat), Atlantis International Diving (Bali), Blue Corner (Bali), serta Aiyanar (Filipina). Hanya saja, Indonesia meleset untuk kategori liveaboards, pemenangnya adalah Cocos Sea Hunter asal Costa Rica dengan 233 suara dari total 1.338 suara.

Sementara itu, kategori liveboards, dari Indonesia hanya ada MY Pelagian. Namun, MY Pelagian berhasil menduduki peringkat kedua dan hanya selisih satu suara dari Cocos Sea Hunter. Apa sih value menjadi juara pilihan netizens ini?

“Rumus saya tetap! 3C, kemenangan itu secara internal, buat bangsa Indonesia akan menaikkan Confidence Level. Makin pede bahwa kita bangsa juara, bukan bangsa pecundang, kemudian untuk C kedua, secara eksternal Credible atau menaikkan kepercayaan publik dunia. Kehebatan kita diakui dunia, tidak jago kandang dan ini bisa kalahkan semua yang terbaik dunia! Karena kita memang punya mental juara. Terakhir, C yang satu lagi adalah Calibration! Kemenangan itu sudah dikalibrasi dengan standar kriteria dunia. Sama dengan bangsa lain, dengan ukuran dan pisau analisa yang sama. Maka, tiga “C” itulah yang menjadikan brand pariwisata Indonesia terus menanjak! Ketika menyadari anggaran promosi terbatas, salah satu kreativitas untuk dipromosikan secara alamiah adalah memenangkan pertarungan di setiap kompetisi dunia,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*