Karena Ini, Riau Kerap Diburu Wisatawan

IndonesiaNew, RIAU – Destinasi di Indonesia kerap diburu wisatawan sebagai tempat berlibur. Salah satunya adalah Riau, lantas mengapa wilayah di Indonesia ini kerap diburu wisatawan? Inilah jawabannya.

Indonesia memang dikenal dengan keindahan alamnya, tak salah bila wisatawan domestik maupun mancanegara kerap mengincar Indonesia sebagai destinasi untuk berlibur.

Riau merupakan wilayah di Tanah Air yang berada di tengah pulau Sumatera ini mampu menghipnotis wisatawan untuk dinikmati. Padahal, Riau dahulu dikenal bukan sebagai destinasi wisata.

Namun, perubahan itu terjadi sejak 2015 di mana Riau mengalami keterlambatan ekonomi akibat tergantung pada komoditas migas dan perkebunan. Sedangkan harga komoditas dari kedua sektor itu terus mengalami penurunan.

“Pertumbuhan ekonomi 1,20 persen 2016. Dan tahun ini menurut saya tiga persen juga susah, ” ujar Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman kepada IndonesiaNew, baru-baru ini.

Berbekal dari hal inilah, membuat Riau langsung bergerak cepat. Langkah membangun pariwisata pun langsung diwujudkannya. Bahkan, target wisatawan pun langsung dipasang oleh Riau.

Untuk itu, Riau memanfaatkan potensi wisata budaya dan alam Riau secara maksimal. Potensi wisata dari empat sungai besar di Riau yakni Sungai Rikan, Siak, Indragiri dan Kampar diyakini bisa mendongkrak pariwisata Bumi Lancang Kuning.

Lebih dari itu, pemerintah telah menetapkan Bono sebagai ikon budaya Riau. Wisata ini menarik sebab di dunia ini wisata selancar di sungai itu hanya ada dua, yakni di sungai Amazon, Brazil dan di Kampar ini. Maka sangat layak Bono dijadikan ikon wisata Riau.

“Kita akan terus wujudkan mimpi kita agar pada 2020 Riau menjadi pusat kebudayaan melayu,” ujarnya.

Selain kaya budaya, Riau juga memiliki keunikan alam yang bisa diandalkan. Keunikan itu terwujud dalam ombak di muara sungai Kampar yang bernama Bono. Ombak ini bisa digunakan para wisatawan untuk berselancar, apalagi pemerintah Riau telah menetapkan kawasan disekitar muara Sungai Kampar itu sebagai kawasan ekonomi khusus pariwisata dan kini pemerintah sudah menyiapkan lahan seluas 600 hektar untuk dibangun resort wisata.

Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bertekad meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Arsjad mengatakan,  menurut perhitungan Pemprov kunjungan 100.000 wisman tahun ini sudah cukup bagus. Meskipun begitu, lanjut Arsjad, Menteri Pariwisata menginginkan kunjungan wisman bisa mencapai 1 juta orang tahun ini.

“Sebab menurut pak Menteri Rp15 triliun bisa dihasilkan dari pariwisata bila Riau berhasil datangkan 1 juta orang. Jauh lebih besar dari dana bagi hasil migas yang kini hanya Rp2,6 triliun,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*