Berbagi pengetahuan diabetes bersama Kemenkes & Kalbe Farma (Foto: IndonesiaNew)

Kemenkes & Kalbe Farma Berbagi Edukasi Cegah Diabetes dengan Cepat

IndonesiaNew, JAKARTA – Gerakan melawan diabetes terus dilakukan Kementerian Kesehatan Indonesia dengan PT. Kalbe Farma Tbk. Bahkan, edukasi cegah diabetes pun terus digerakkan.

Menurut data dari Internasional Diabetes Foundation (IDF) tahun 2015 menunjukkan lebih dari 50 persen atau lebih dari 193 juta penyandang Diabetes.

Dengan mengidap diabetes maka akan mudah menyebabkan komplikasi berat seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, disabilitas hingga kematian dini.

Menurut Prof. Agung Pranoto selaku Ketua PB Persadia mengatakan bila seseorang yang mengidap diabetes bisa dicegah sejak dini.

“Diabetes harus terus dilakukan pemeriksaan ke dokter. Tapi, dalam konsumsi obat membutuhkan proses. Jadi, pantau lah kondisi tubuh dengan baik, jangan sampai kondisi tubuh hingga drop, jangan tunggu keringat dingin,” jelasnya kepada IndonesiaNew di Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (20/11/2016).

Ketika sudah mengidap diabetes maka perbanyaklah mengonsumsi air putih karena bisa menetralisir darah dengan baik.

“Ketika seseorang yang hobi berolahraga maka aturlah ritme olahraganya. Kenapa demikian? Jika olahraga berlebihan maka akan membuat gula darah naik dengan cepat. Hal ini berlaku bagi mereka yang terkena diabetes,” bebernya lagi.

Diakuinya lagi, diabetes bisa ada dalam tubuh saat usia 1 tahun. Dulu orang banyak beraktifitas makanya diabetes muncul usia 40 tahun tapi sekarang tingginya lifestyle maka dengan mudah diabetes menyerang tubuh.

“Cegah berat badan naik, pola makan harus diatur. Konsumsilah makanan bergizi, lalu bergerak lah selama 15 menit minimal setiap hari,” tambahnya.

Agung Pranoto mengungkapkan bila pengidap diabetes bukan lagi berusia 40 tahun, terlebih di jaman sekarang anak-anak sudah mengidap diabetes.

Edukasi diabetes Kemenkes bersama Kalbe Farma

Edukasi diabetes Kemenkes bersama Kalbe Farma (Foto: Indonesianew)

“Kebanyakan pengidap diabetes diakibatkan pola makan yang salah, dan itu terjadi di anak-anak. Banyak anak-anak suka mengonsumsi fast food. Anak-anak yang terkena diabetes rata-rata berusia 12 sampai 19tahun. Kenapa demikian? Dari kecil sudah memiliki badan gemuk, maka sel lemak akan bertambah banyak dan ini sulit untuk dihilangkan,” paparnya.

Lebih lanjut diutarakannya, munculnya diabetes di tubuh seseorang diakibatkan konsumsi makanan yang tinggi gula, garam dan lemak.

“Biasanya ini terjadi di kelompok anak dan remaja dan itu terbilang tinggi sehingga bisa menyebabkan kegemukan dan obesitas. Bahkan dari data Riskesdas 2013 sekira 26 persen populasi masyarakat yang terkena diabetes di atas 10 tahun,” lanjutnya.

Melihat hal inilah membuat Kalbe Farma dan Kementerian Kesehatan Indonesia terus menerus melakukan gerakan melawan diabetes.

“Misi utama dari kampanye Indonesia lawan diabetes sebagai program kemitraan antara PT. Kalbe Farma Tbk dengan Kementerian Kesehatan Indonesia untuk meminimalisir prevalensi penderita diabetes dan mengurangi beban pemerintah dalam memberikan edukasi. Fungsinya bisa menjangkau lebih dari 50 ribu masyarakat di Tanah Air,” tukas Onkie Tedjasurja, Direktur Kalbe Nutrisionais.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*