Indonesia raih penghargaan bawah laut di London (Foto: Shutterstock)

Kementerian Kelautan dan Perikanan Edukasi Terumbu Karang di Pulau Sabutung

IndonesiaNew, Makassar – Edukasi soal kekayaan bahari terus dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kali ini sasarannya Pulau Sabutung, Makassar.

Penanaman kekuatan pengetahuan di Indonesia khususnya di wilayah bahari masih dianggap minim. Terlebih, masih banyak nelayan maupun pencari ikan menggunakan dengan cara tak lazim.

Oleh karenanya, Kementerian Kelautan dan Perikanan seraya tak pernah putus asa guna memberikan pengetahuan kepada masyarakat yang tinggal di pesisir maupun yang berada di kepulauan.

“Di Sulawesi Selatan khususnya Pangkep, Makassar masih didominasi oleh nelayan ataupun para pencari ikan. Maka dari itu, edukasi soal penangkapan ikan yang baik terus dilakukan agar coral tirangle tetap terjaga dengan baik,” ucap Andry Indriyasworo Sukmoputro selaku Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Makassar kepada IndonesiaNew, Selasa (22/11/2016).

Menurutnya, Pangkep, Makassar memiliki 115 pulau dengan 4 kecamatan. Di mana yang berpenghuni ada 85 pulau. Selain itu memiliki potensi garam sebesar 850 hektar dan yang dikelola baru sebatas 500 hektar. Hal ini belum termasuk kekayaan alam bawah laut seperti kepiting rajungan, ikan kerapu, rumput laut serta udang maupun kuda laut.

Sosialisasi ini dilakukan di Pulau Sabutung tepatnya di SMA Negeri 1, Liukang Tupabiring Utara, Kabupaten Pangkep, Kepulauan Sabutung, Makassar. Dalam edukasi maupun sosialiasi ini seluruh siswa dan siswi mengungkapkan perihal untuk perubahan demi terwujudnya keindahan bahari di Indonesia.

Coremap Kementerian Kelautan dan Perikanan (Foto: KKP)

Coremap Kementerian Kelautan dan Perikanan (Foto: KKP)

“Banyak kondisi bawah laut tidak baik, salah satunya terumbu karang. Apalagi, banyak terumbu karang yang rusak akibat di bom. Kami ingin mencegah perbuatan tersebut,” papar Siswa kelas XI SMA Negeri 1, Irmansyah.

Hal serupa diutarakan oleh Siswi Kelas 2 SMA Negeri 1, Hermin yang melihat kondisi terumbu karang hampir punah akibat tindakan dari masyarakat yang tak bertanggung jawab. Oleh karenanya, dirinya menginginkan pelestarian alam tetap terjaga khususnya terumbu karang.

“Jika terumbu karang dijaga dengan baik, maka bisa menunjang kehidupan hayati dan objek wisata yang ada di Kepulauan Sabutung,” tambahnya.

Andry Indriyasworo Sukmoputro merasa bila Kementerian Kelautan dan Perikanan menginginkan adanya perubahan mindset masyarakat yang ada di kepulauan.

Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui fungsi terumbu karang sesungguhnya. Sehingga dengan melalui program COREMAP-CTI ini diharapkan bisa membuat para nelayan maupun pencari ikan sudah mulai berubah, apalagi terumbu karang penting di pesisir pantai.

Tak itu saja, edukasi yang dilakukan oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap bahari di Indonesia. Sepertiga bahari di Tanah Air dalam kondisi rusak, otomatis butuh rehabilitasi maupun transplantasi karang dalam jangka waktu yang lama agar sumber daya alam di Indonesia dapat hidup kembali.

“Bayangkan saja di Sumatera Barat akibat terumbu karang yang rusak mencapai Rp45 miliar per tahun di 2015. Hitungan ini belum termasuk wilayah di Indonesia lainnya,” tegasnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan beri edukasi di Pulau Sabutung (Foto: KKP)

Kementerian Kelautan dan Perikanan beri edukasi di Pulau Sabutung (Foto: KKP)

Lantas apa bahayanya bila terumbu karang dibiarkan dirusak oleh para pelaku pencari ikan? “Kaitannya bisa berpengaruh pada perubahan iklim. Selain itu, kerusakan dari fungsi ekologis, ikan akan punah. Bahkan, kerugian bukan sebatas perikanan tapi berdampak pada abrasi,” lanjutnya lagi.

Oleh karena itulah, melalui edukasi COREMAP-CTI inilah Kementerian Kelautan dan Perikanan tentunya ingin menjadikan Pulau Sabutung memiliki ciri khasnya.

“Kita akan menghidupkan learning center mengenai pengembangbiakan kuda laut. Nantinya, ini akan menjadi edukasi yang baik soal kelautan. Selain itu bisa menjadi daya tarik baru untuk wisatawan lokal maupun internasional untuk bisa berkunjung ke Pulau Sabutung,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*