Bandara (Foto: Telegraph)

Pangkalan TNI AU Bakal Jadi Akses Pariwisata

IndonesiaNew, JAKARTA – Akses menjadi hal penting dalam mendatangkan wisatawan, langkah ini diambil Kementerian Perhubungan yang akan memanfaatkan pangkalan TNI AU untuk menjadi akses pariwisata.

Ada 3 pangkalan militer milik TNI AU yang akan disulap menjadi bandara komersial, yakni Bandara Gading di Gunung Kidul Yogyakarta, Bandara Wirasaba Purbalingga, dan Bandara Wiriadinata Tasikmalaya.

“Akses adalah komponen dari 3A yang vital dalam pengembangan destinasi pariwisata, selain Atraksi dan Amenitas. Akses udara akan membuka potensi wisata di daerah tersebut, contohnya Bandara Silangit, Danau Toba, Sumatera Utara. Begitu dibuka, kawasan itu semakin hidup dan berkembang,” kata Menteri Pariwisata, Rabu (23/11/2016).

Pangkalan TNI AU yang akan disulap menjadi akses pariwisata oleh Kementerian Perhubungan, yakni Bandara Gading di Gunung Kidul Yogyakarta, Bandara Wirasaba Purbalingga, dan Bandara Wiriadinata Tasikmalaya.

Arief Yahya berharap kehadiran akses terbaru dari segi bandara ini bisa diikuti dengan kemajuan penerbangan komersial yang regular, sehingga ini bisa menjadi daerah tersebut maju.

Apalagi, pariwisata cara paling cepat, mudah dan murah untuk mendatangkan devisa, menaikkan PDB, dan menyerap tenaga kerja.

“Karena itu, bersia-siap, destinasi terdekat dari bandara-bandara itu segera dikembangkan, agar atraksinya semakin menarik,” jelasnya.

Ketiga Lanud TNI AU di atas berada di kawasan yang memiliki potensi pariwisata yang menarik. Salah satu moda transportasi yang dapat dikembangkan adalah penerbangaan, karena telah ada fasitias Lanud milik TNI AU yang memadai.

Langkah Kementerian Perhubungan dalam pengalihan Lanud TNI tersebut adalah dengan membuat MOU antara dengan TNI AU dan Pemerintah Daerah.

Mereka akan membentuk organisasi (Unit Penyelenggara Bandara/UPBU), setelah memenuhi segala persyaratan keselamatan, keamanan, dan pelayanan seperti penerbitan Sertifikat Bandara (SBU), Airport Security Programme (ASP), Airport Emergency Plan (AEP), dan lain sebagainya.

Pengalihan pengoperasian Bandara Gading sebagai bandara komersial akan dimulai dengan pengembangan sejumlah fasilitas oleh Kementerian Perhubungan.

Diantaranya, pembuatan taxiway, appron, dan landasan pacu; pengadaan rescue car, dan pengembangan fasilitas keamanan seperti pemasangan pagar di lingkungan bandara.

Bandara Gading berada di daerah Gunung Kidul yang memiliki dimensi runway 45 m x 1400 m, taxiway 18 m x 106 m, dan apron 70 m x 110 m. Bandara itu akan dikembangkan untuk penerbangan pribadi maupun pesawat komersial jenis ATR, atau baling-baling.

Kemudian, Bandara Wiriadinata berjarak ± 6 km dari pusat kota Tasikmalaya dan berjarak ±12 km dari Terminal Tipe A Kota Tasikmalaya.

Saat ini, landasan masih 1.200 m x 30 m dan akan diperpanjang hingga 1.800 m. Sedangkan luas apron saat ini adalah 37 m x 37 m dan luas taxiway adalah 88 m x 25 m.

“Tentu ini akan mendukung pengembangan potensi pariwisata dan kemaritiman di Gunung Kidul,” tukas Menteri Perhubungan Budi Karya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*