Sekolah Dasar Laskar Pelangi (Foto: IndonesiaNew)

Kisah SD Laskar Pelangi yang Laris Diburu Wisatawan

IndonesiaNew, BELITUNG – Tentu masih ingat dalam benak travelers dengan Film Laskar Pelangi yang disutradarai oleh Mira Lesmana, di film tersebut terdapat Sekolah Dasar Muhammadiyah. Sekolah tersebut kini menjadi perburuan wisatawan kala berlibur ke Belitung.

Sebenarnya, sekolah ini sudah ambruk. Guna keperluan syuting Film Laskar Pelangi membuat Mira Lesmana membangun kembali sekolahnya yang dibuat mirip dengan aslinya. Meski sebatas replica namun tak membuat wisatawan berhenti untuk menyambanginya.

Replika SD Muhammadiyah yang merupakan representasi sekolah asli tempat penulis novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata, menimba ilmu dan pengetahuan. Meskipun sebatas replika namun bentuk sekolah sangat memprihatinkan. Pasalnya, sekolah ini dibangun hanya menggunakan papan kayu, belum lagi bentuk atapnya yang terlihat bolong-bolong.

Guna melengkapinya diberikan tiang bendera, bahkan ruang kelasnya pun hanya beralas tanah. Bangku, meja, serta lemari menjadi pelengkapnya. Pada bagian dinding sekolah yang berada di Desa Linggang Gantung, Belitung Timur ini terdapat tulisan yang menjadi saksi bisu bagaimana Andrea Hirata merajut mimpi untuk menghantarkan serta melanjutkan mimpinya ke jenjang S2.

Keterbatasan ekonomi di tenga pulau yang dikaruniai kekayaan alam logam timah tidak menyurukan Andrea Hirata mencapai cita-cita berkelana berkeliling Eropa. Seperti diketahui, Andrea Hirata merupakan penulis novel Laskar Pelangi yang kemudian dijadikan sebuah film layar lebar. Dari sinilah, Belitung terus diburu wisatawan.

“Sekolah Dasar Muhammadiyah ini meski sebatas replika akan tetapi memiliki pesan yang tersembunyi di dalamnya,” ucap Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan Provinsi Bangka Belitung Hasanuddin, Jumat (16/11/2018).

Kehadiran Film Laskar Pelangi membawa angin segar buat pariwisata Belitung, bahkan kunjungan wisatawan ke Belitung pun semakin meningkat hingga 30 persen apalagi total kunjungan wisatawan pada 2017 sebanyak 380.941 dengan rincian 371.338 wisatawan nusantara dan 9.603 wisatawan mancanegara.

Angka kunjungan tersebut meningkat bila dibandingkan pada 2016 yaitu sebanyak 292.885 wisatawan dengan rincian 285.773 wisatawan nusantara dan 7.112 wisatawan mancanegara.

“Sedangkan pada 2018 pada semester pertama sudah mencapai 200.000 wisatawan dan diperkirakan meningkat dari tahun lalu karena rute penerbangan internasional secara reguler di daerah itu akan beroperasi pada Oktober 2018,” bebernya.

Di sisi lain, Anggota Tim 10 Destinasi Tim Percepatan Prioritas Kementerian Pariwisata Larasati Setyaningsih melihat bahwa pertumbuhan pariwisata di Belitung terus bertambah, tentunya membuat gairah baru buat pariwisata di Belitung semakin meningkat. Kesadaran masyarakat atas pentingnya sadar wisata juga mulai terlihat ditambah penerbangan yang datang ke Belitung ke Jakarta sebanyak 10 kali belum lagi dari wilayah Indonesia lainnya.

“Anda bisa melihat pertumbuhan hotel yang terus berkembang setiap tahunnya, belum lagi dari sisi kuliner hingga tempat souvenir. Bahkan, event mice pun banyak yang ditarik ke Belitung. Pertumbuhan pariwisata di Belitung luar biasa,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*