(Komunitas Anak Muda Bangkit (Foto: IndonesiaNew)

Komunitas Anak Muda Bangkit Implementasikan Politik Melalui Jalur Kuliner

IndonesiaNew, JAKARTA – Banyak cara mengimplementasikan segala sesuatunya termasuk berpolitik. Salah satunya melalui jalur kuliner. Hal inilah ditunjukkan oleh komunitas anak muda bangkit yang ingin mengajak generasi muda untuk lebih berkreatif.

Bila biasanya politik diekspresikan melalui buku, rupa, dan musik. Kali ini, anak muda yang berprofesi sebagai chef di Mapple and oak, Menteng, menyalurkan ekspresinya lewat sajian kuliner Nusantara.

Dalam diskusi bertema Democartsy, yang diselenggarakan Komunitas Anak Muda Bangkit, Jodie Adrianto mengatakan, setiap kali dirinya berkarya membuat menu masakan.

“Saya ingin mereka mendapatkan cerita di balik makanan ini. Bagaimana para petani memproses bahan-bahan ini. Yang saya cari adalah interaksi. Saya ingin mereka mendapatkan pengalaman menikmati makanan. Jadi mereka bisa tahu tentang cerita makanan ini,” kata Jodie, dalam diskusi Democartsy di Rossi Musik, Jakarta, belum lama ini.

Sementara itu, Jagad Marcellino selaku Director Kultusan Art Manajemen menambahkan Jodie memiliki karya kolektif ‘kuliner dunia ketiga’. Pasalnya, Dia ingin mengangkat kuliner dari negara berkembang.

“Salah satunya di Banda Neira, Maluku. Di sana terdapat kuliner khas bernama Terong Kenari. Sayangnya, Terong Kenari ini hanya dapat dinikmati oleh mereka yang di Indonesia bagian timur. Masyarakat di Pulau Jawa, tidak mengenal makanan ini,” lanjutnya.

Tak itu saja, Jodie juga ingin mengangkat makanan khas Nusantara menjadi kuliner modern yakni dengan cara disajikan dengan garnish tradisional dan dikemas kontemporer. Dalam masakannya, Jodie ingin masyarakat mengetahui cerita di balik makanan tersebut. Mulai dari sistem pertaniannya. Apakah ada unsur kapitalistik. Kini yang diperjuangkan Jodie adalah menghapus pengepul mediator di kalangan petanian dan perkebunan.

Sementara itu, Founder Anak Muda Bangkit Nadhila Chairannisa mengatakan, Komunitas Anak Muda Bangkit fokus memberikan support untuk pendidikan anak muda agar bisa berekspresi kreatif, sehingga bisa berkontribusi untuk Indonesia.

“Jadi kita edukasi politik kepada generasi muda bahwa berpolitik bisa melalui suara bukan dilakukan dalam hal demonstrasi melainkan melalui seni,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, tidak hanya menghadirkan chef muda berbakat. Tetapi juga menghadirkan Aryana Citra sebagai writer & Journalist, M.S Alwi sebagai conceptual artist, Rummana Yamanie sebagai performance artist, Sakinah Alatas sebagai Conceptual Artist, Azzam Fi Rullah selaku director, dan Mahayana yang konsen terhadap education.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*