Konservasi kuda laut di Makassar diperluas (Foto: Youtube)

Konservasi Kuda Laut di Makassar Mulai Diperluas!

IndonesiaNew, MAKASSAR – Konservasi kuda laut di Makassar berawal dari Pulau Badi. Kini, konservasi tersebut kian diperluas hingga Pulau Sabutung.

Konservasi kuda laut awalnya terletak di Desa Mattiro Deceng, Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajenne Kepulauan.

Menurut Andry Indriyasworo Sukmoputro selaku Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Makassar mengatakan bila Kementerian Kelautan dan Perikanan telah memasukkan kuda laut ke dalam biota yang masuk prioritas dalam program konservasi jenis ikan.

“Konservasi kuda laut di Makassar berawal dari Pulau Badi. Secara perlahan konservasi ini tumbuh dengan baik. Oleh karenanya mulai dikembangkan atau disebarkan ke seluruh kepulauan di Sulawesi Selatan. Pulau Sabutung menjadi salah satu percontohan untuk dikembangkan budidaya kuda laut,” paparnya kepada IndonesiaNew, Rabu (23/11/2016).

Dengan suksesnya di Pulau Badi, maka Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan Mars Indonesia membuat tambahan konservasi kuda laut di Pulau Sabutung.

Kuda laut (Foto: Lovethesepics)

Kuda laut (Foto: Lovethesepics)

Menurutnya, hadirnya konservasi kuda laut di Pulau Sabutung maka akan meningkatkan ekonomi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.

Diakuinya, kehadiran kuda laut di dunia ada 17 jenis species, di Indonesia ada tujuh spesies. Paling diminati adalah hypocampus kuda.

Selain itu, pihak Saipul Rapi selaku Marine Sustainability Program Manajer Mars Indonesia menuturkan keberadaan kuda laut di Tanah Air kian menipis.

“Populasi kuda laut sangat menurun dibanding tahun 2000 di tanah Keke bisa ditangkap 1.000 per hari sekarang susah bahkan butuh 4 hari untuk ditangkap,” lanjutnya.

Andry Indriyasworo Sukmoputro selaku Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Makassar menuturkan kuda laut tidak bisa bertahan hidup di musim panas karena tinggi sekali, bulan enam hingga delapan tahun itu beresiko karena suhu air tinggi karena suhu air dibutuhkan 27,5 derajat Celsius.

“Kalau suhu di atas itu maka sangat rawan terhadap Juana atau anaknya rentan mati. Selain itu bisa muncul penyakit marine ich (sifatnya menempel), ada pula teilrot (penyusutan pada ekor),” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*