Lagi, Kapal Pesiar Internasional Berlabuh di Indonesia

IndonesiaNew, TANJUNG PRIOK – Indonesia perlahan menjadi sasaran dunia internasional untuk dilabuhi, kali ini untuk kesekian kalinya pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dilabuhi kapal pesiar internasional.

Kapal layar tiang tinggi (Tall Ships) “Star Clipper” berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Inilah kapal layar tiang tinggi pertama yang sandar di pelabuhan Indonesia. Saat sandar, kapal layar yang berangkat dari Thailand itu membawa 130 wisman.

Kalau untuk cruise biasa sudah sering. Untuk jenis kapal tiang tinggi, ini yang pertama kalinya. Selain Jakarta, mereka akan berada di Indonesia selama 16 hari. Semua penumpangnya berbelanja dan berwisata,” ujar Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar Indroyono Soesilo didampingi Ketua Bidang II Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Marsetio di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (21/4/2017).

Indroyono mengungkapkan, tahun ini Star Clipper akan melakukan perjalanan wisata di Indonesia sebanyak 20 paket perjalanan dengan lama pelayaran rata-rata 7 hari dengan pemberhentian (home port) di Bali.

“Kapal tersebut akan membawa 130 penumpang wisatawan mancanegara untuk berwisata bahari dari barat ke timur Indonesia, masuk dari Belitung Timur menuju Kepulauan Seribu, Jakarta, Madura, Labuhan Bajo, sampai di Wikelo, Nusa Tenggara Timur,” sebut Indroyono.

Marsetio menambahkan, perusahaan yang menaungi kapal tersebut memliki armada kapal yang mengkhususkan kapal tall ships berjumlah tiga kapal bernama Royal Clipper, Star Clipper, dan Star Flyers.

“Ketiga kapal ini nantinya akan rutin mendatangi Indonesia. Ini cukup bagus untuk menambah angka kunjungan wisman kita. Bila mereka melakukan 20 kali perjalanan selama setahun dengan tiga kapal, dikalikan 130 wisman, berarti 7800 wisman per tahun. Dan biaya yang mereka keluarkan selama di Indonesia itu antara USD 1200 sampai USD 1300 ,” terang Marsetio.

Apabila pada tahun ini pelayaran wisata cruise ship ini berjalan dengan sukses, pada tahun 2018 akan ditingkatkan jumlah klunjungannya dan tidak menutup kemungkinan akan mendatangkan kapal lain, seperti Royal Clipper, yang lebih besar.

Selain itu, dirinya mengatakan bila Bali masih menjadi target utama. Pasalnya, akses penerbangan internasional dengan kemudahan pemindahan penumpang dari pesawat ke kapal sejauh ini hanya di Bali yang favorit dan belum adanya insentif fiskal bagi lalu lintas barang logistik untuk kapal.

“Belum lagi alur masuk ke pelabuhan yang relatif sulit dan dangkal, seperti Benoa, dan kurang lengkapnya peta laut di beberapa lokasi wisata merupakan tantangan,” katanya.

Namun kabar gembiranya, Kapten kapal Star Clipper, Brunon mengungkapkan, banyak customer perusahaannya yang menginginkan menjadikan Indonesia sebaggai HUB. Hal ini menurutnya, Indonesia tidak kalah indahnya dengan Thailand.

“Banyak sekali yang bertanya kenapa tidak dipusatkan di Indonesia saja. Bagi custumer kami, keindahan Indonesia baik itu alamnya, budayanya, dan makanannya sangat eksotis. Tidak kalah dengan negara lain di ASEAN,” tukas Brunon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*