Tarian penjaga di Labuan Bajo (Foto: Kemenpar)

Mengenal Tarian Perang Penjaga di Tanah Labuan Bajo

IndonesiaNew, LABUAN BAJO – Selain kaya pariwisata, Indonesia juga kaya budaya termasuk tari-tarian. Yuk, kita lihat tarian asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tarian ini bernama Tari Caci milik Masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dhula bila tarian Caci berjasa di dunia pariwisata NTT karena berhasil menjaga atraksi utama untuk 10 destinasi prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang biasa disebut 10 Bali Baru, Labuan Bajo.

“Kami beruntung memiliki tarian yang sangat unik, menegangkan dan menarik ini, atraksi menjadi andalan kami di setiap desa di NTT. Tari Caci sangat melegenda dan yang paling utama adalah, mampu mendatangkan banyak wisatawan saat tarian ini digelar,” ujarnya kepada IndonesiaNew, Jumat (3/3/2017).

Seperti diketahui, Labuan Bajo telah ditetapkan Presiden Jokowi sebagai salah satu destinasi prioritas atau dikenal dengan 10 Bali Baru.

Selain Labuan Bajo, terdapat pula Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo & Gunung Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Acara ini menjadi rangkaian Festival Komodo 2017 yang juga didukung Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata yang dimulai sejak 4 Februari 2017 sampai puncaknya tanggal 4 Maret 2017.

“Selain menjaga atraksi budaya dengan festival ini, kami juga terus fokus membangun dengan konsisten semua akses, amenitas yang ada di NTT ini, jalan, pelabuhan, air bersih, listrik dan sebagainya dari tahun ke tahun harus ada peningkatan yang signifikan yang kami buat,” bebernya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti mengatakan semua destinasi harus melakukan percepatan, terutama 10 Bali Baru seperti Labuan Bajo.

“Sesuai arahan Menteri Arief Yahya, kunci pengembangan destinasi wisata itu harus bersandar pada 3A, yakni Atraksi, Amenitas dan Aksesbilitas,” paparnya.

Lebih lanjut Esthy mengatakan, setelah faktor 3A terlengkapi maka berdampak serius pada kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara di Labuan Bajo.

Apalagi, Labuan Bajo memiliki reputasi internasional. Di mana, CNN International pernah menempatkan Labuan Bajo sebagai nomor dua terbaik dunia, setelah Raja Ampat terutama untuk snorkeling untuk destinasi bahari terbaik di dunia.

Untuk urutan ketiga Kepulauan Galapagos. Apalagi, NTT juga punya keindahan alam dan pantai dari Larantuka sampai Labuan Bajo yang sangat menawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*