Menyelami Kekuatan Rasa dan Aroma dari Kopi Banyuwangi

IndonesiaNew, BANYUWANGI – Hampir di seluruh wilayah di Indonesia memiliki tanaman kopi termasuk di Banyuwangi. Lantas, dari manakah kekuatan kopi Banyuwangi tersebut? Berikut ulasannya.

Menurut Pemilik El Kopi Banyuwangi Teguh menuturkan bahwa rasa dan aroma kopi berada di ketinggian 400 diatas permukaan laut, belum lagi karakteristik tanah dan udara membuat kopi semakin enak untuk diminum.

“Ada tiga kekuatan yang membuat kopi Banyuwangi terasa enak buat diminum, pertama dari sisi utara terdapat uap garam yang berasal dari selat Bali, kedua berada di timur Gunung Ijen yang kerap terkena sinar matahari pagi, serta ketiga tanaman kopi selalu terkena taburan uap dan bau belerang dari kawah Ijen,” ucapnya kepada IndonesiaNew di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Sabtu (22/9/2018).

Diakuinya, keberadaan kopi Banyuwangi terletak di dua wilayah yakni di kawasan Rawung dan berada di Ijen.

“Tanaman kopi di Banyuwangi ada di wilayah Rawung tepatnya di selatan Banyuwangi yang berada di Desa Sombon dan Desa Kalibaru. Lalu yang kedua ada di Ijen yakni di Desa Taman Sari, Kalibendo, Banjar, Sekobang dan ke utara Ijen ada di Desa Pringgodani, Kalipuro,” lanjutnya.

Pria yang menekuni kopi selama lebih dari 20 tahun ini mengatakan bahwa kebanyakan kopi Banyuwangi berjenis Robusta, bahkan prosentasenya mencapai 95 persen meskipun terdapat pula kopi arabika dan liberica

“Untuk kopi Banyuwangi lebih ke robusta karena karakteristik tanah yang mempunyai kekuatan rasa lebih ke kacang-kacangan dan cokelat,” paparnya.

Tak itu saja, untuk musim panen kopi selalu datang dari bulan Mei sampai Agustus, di mana sekali panen rata-rata per satu pohon menghasilkan satu kilogram biji kopi, untuk luasnya 14 ribu hektar kebun kopi.

“Sekali panen maka ada tiga jenis kopi yakni kopi rakyat sekilo Rp25 ribu, kalau premium Rp50 ribu, Arabika Rp80 ribu,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*