Penuhi Target 2019, Kemenpar Ubah Strategi Tembus 21 Juta Wisman

IndonesiaNew, BALI – Sebelum mencapai target 21 juta di 2019, Kementerian Pariwisata terlebih dahulu mengejar target 17 juta di akhir 2018. Sisa waktu 4 bulan tidak bisa lagi dianggap sebatas mainan belaka, terlebih banyak bencana alam menerpa Indonesia. Hal inilah menjadikan Kementerian Pariwisata mengubah strategi demi memantapkan pemenuhan target 21 juta di 2019.

Menurut Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional I Kementerian Pariwisata Vincentius Djemadu bahwa pihaknya membidik wisatawan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan terlebih buat wisatawan mancanegara.

“Gerakan brand management sudah bagus, karena ketika wisatawan itu puas maka akan datang kembali secara berkala. Dalam membidik, maka harus mengawal sehingga wisatawan merasa nyaman dalam berwisata,” ucapnya di Bali, Rabu (5/9/2018).

Perubahan strategi, salah satunya adalah mempercepat regulasi CAIT atau yang berhubungan dengan masuknya yacht dengan mudah. Apalagi, sebelum pemerintahan Jokowi yacht yang masuk ke Tanah Air harus menanti waktu selama 30 hari.

“Persoalan CAIT sudah tidak berlaku 30 hari melainkan dalam hitungan jam sudah bisa masuk, khususnya kapal-kapal dari mancanegara. Selain itu, penghargaan juga menjadi sektoral penting dalam memberikan manfaat besar buat pariwisata Indonesia,” tambahnya.

Tarian Bali (Foto: IndonesiaNew)

Kemudian, strategi lainnya adalah memberikan peningkatan Indonesia Tourism Index dari tahun 2008 berada di urutan 80, namun perlahan pariwisata Indonesia di 2017 mencapai urutan 42 dunia. Gebrakan lainnya adalah melakukan branding besar-besaran di mancanegara termasuk di event internasional seperti Asian Games 2018 selain itu Indonesia juga memiliki branding pariwisata Indonesia.

“Dengan logo wonderful Indonesia di tingkat dunia sudah melewati Amazing Thailand, termasuk branding Malaysia yakni Malaysia Truly Asia,” lanjutnya.

Lalu, ada lagi dalam menjangkau wisatawan, Indonesia juga memiliki VITO (Visit Indonesia Tourism Offictariat (MTS) , selain itu kementerian juga melakukan subsidi kepada maskapai penerbangan dalam rangka kerjasama promosi terpadu dengan airlines.

Selanjutnya, Kementerian Pariwisata berupaya mendapatkan persetujuan Meeting Team Secretariat (MTS) guna mempromosikan AM-IMF sehingga memberikan kontribusi devisa negara.

 

Tarian Bali (Foto: IndonesiaNew)

“Di sini ada lima destinasi untuk di publikasi yakni Bali, Komodo – Flores dan Sumba, Lombok, YOGYA, Tana Toraja, Banyuwangi, Lake Toba. Destinasi ini dijual melalui paket wisata,” lugasnya.

Meskipun Indonesia dilanda bencana alam, tak membuat pariwisata Indonesia goyah sedikit pun. Pasalnya, pihaknya terus mengaktifkan crisis center, karena melalui cara ini sangat efektif buat wisatawan sehingga membuat wisatawan merasa nyaman.

“Dari aspek tourism yakni emergency di mana wisatawan harus diamankan terlebih dahulu, kemudian komunikasi terus dilakukan yakni kepada daerah wisata yang tidak terdampak salah satunya mandalika. Khususnya yang buat terdampak eksploitasi dihentikan. Selain itu, penyisiran terhadap bencana alam juga dilakukan termasuk memberitahu kepada dunia luar bahwa bencana alam hanya terjadi di Lombok. Dalam menyiapkan hal tersebut maka Kemenpar sudah menyiapkan Rp20 triliun,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*