Hewan penyu (Foto: Earthjustice)

Penyu, Hewan Paling Sakral bagi Pulau Tanimbar

IndonesiaNew, MALUKU TENGGARA – Banyak masyarakat dunia berburu penyu untuk ditangkap, hal ini tidak berlaku bagi masyarakat di Pulau Tanimbar, Maluku Tenggara. Pasalnya, penyu dianggap hewan paling sakral.

Tanimbar merupakan pulau paling ujung tenggara dari Kepulauan Kei, Maluku Tenggara. Di sini, terdapat masyarakat adat yang memiliki kearifan lain terutama berkaian dengan totemisme.

Totemis me yakni kepercayaan terhadap binatang-binatang terentu. Jika di daerah lain masih banyak menangkap dan memperdagangkan penyu, maka cara ini tidak berlaku di Pulau Tanimbar.

Pasalnya, penyu dianggap hewan sakral yang tidak sembarangan ditangkap apalagi diperjualbelikan. Apabila masyarakat menemukan atau menangkap penyu, maka hasil tangkapan harus menjadi milik adat dan harus disajikan kepada tetua adat.

Dilansir buku Kerlip Cahaya dari Perbatasan, Minggu (15/1/2017) jika ada yang memperjual belikan penyu, maka orang tersebut terkena sanksi adat dan harus membayar denda.

Tak itu saja, orang tersebut harus menyembelih babi dan mengikuti ritual adat yang telah ditentukan. Kearifan lokal ini sangat ampuh bagi mereka yang kerap melakukan penangkapan penyu secara berlebihan di Pulau Tanimbar.

Meskipun zaman telah silih berganti dan tantangan juga tak pernah henti, masyarakat Tanimbar Kei terbukti mampu mempertahankan adat sebagai warisan leluhur yang dihormati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*