Tradisi Imlek di Riau (Foto: Kemenpar)

Perang Air Budaya Imlek dari Tanah Riau

IndonesiaNew, RIAU – Perayaan Imlek tak lama lagi tiba, berbagai tradisi mulai bermunculan. Salah satunya Perang Air.

Tradisi perang air ini dalam perayaan Imlek di Kota Selatpanjang dari tahun ke tahun terus menjadi sorotan warga etnis tionghoa dari belahan dunia. Perang air ini merupakan sebuah tradisi masyarakat Tionghoa yang sudah lama dikembangkan.

Selain di populerkan di Selatpanjang juga dilaksanakan oleh negara ASEAN lainnya, yakni Thailand. Tradisi ini berlangsung selama 6 hari terhitung sejak Imlek hari pertama dan ternyata tradisi ini mengalahkan tradisi perang air di Thailand yang disebut Songkran.

Acara ini dirayakan dengan pesta dan perang air, dimana penduduk kota akan saling menyiramkan air ke satu sama lain di sepanjang jalan.

Kabupaten Kepulauan Meranti, 40 persen penduduknya adalah etnis Tionghoa. Tak heran kalau mereka memiliki tradisi Imlek yang seru dan menarik.

Tradisi perang air saat Imlek di Riau (Foto: Kemenpar)

Semua orang tua dan muda, mempersenjatai diri dengan bom air dalam kantung plastik, ember, gayung dan aneka jenis pistol air. Mereka melawan peserta yang ada di becak motor lain dan juga melawan peserta yang menunggu di pinggir jalan. Ada ratusan becak motor yang terlibat dalam perang air ini. Etnis Tionghoa dan Melayu berbaur dalam suasana yang akrab.

Kebanyakan warga Melayu tidak naik becak motor tapi menyerang dari pinggir jalan, atau menjual amunisi kantong berisi air yang sudah dibungkus plastik.

”Perang Air atau lebih dikenal dengan sebutan Cian Cui dalam rangka menyambut Imlek di Kota Selatpanjang. Agenda ini telah masuk sebagai salah satu event yang tercatat didalam Calendar of Event Riau 2017,” ucap Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepulauan Meranti, Ismail Arsyad kepada IndonesiaNew, Jumat (13/1/2017).

Di perhelatan ini wisatawan dari berbagai daerah dan luar negeri akan datang untuk merayakan event yang sangat seru itu. Wisatawan dapat bermain air dengan menggunakan tembak air sambil berkeliling kota menggunakan becak motor.

Perang air di Riau saat Imlek (Foto: Kemenpar)

“Setiap tahun, ribuan warga tionghoa dari berbagai negara mulai dari Malaysia, Singapore, Thailand, Australia bahkan dari negara Republik Rakyat China berkumpul di Kota Selatpanjang. Kota yang dijuluki kota Sagu tersebut,” tambahnya.

Penyelenggaraan Festival Perang Air di Kota Sagu, Selatpanjang kali ini diprakasai oleh Pemkab Kepulauan Meranti bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau.

“Kita akan menarik para pelancong baik dari lokal maupun mancanegara melalui event perang air ini. Perang air ini merupakan bagian pariwisata yang sangat baru dan harus dikembangkan,” katanya lagi.

Perlu diketahui, perhelatan festival Perang Air akan dilaksanakan dilaksanakan 28 Januari 2017 di Kota Sagu Selatpanjang, Meranti, Riau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*