Pantai di Gunung Kidul (Foto: IndonesiaNew)

Persiapan 10 Destinasi Prioritas Menuju Wisata Berkelas Dunia

IndonesiaNew, JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus menggeber 10 destinasi prioritas. Hal ini dimaksudkan agar menuju kelas dunia.

Melalui Kementerian Pariwisata Indonesia, 10 destinasi pariwisata prioritas bakal dibuat sebagai “Bali Baru” menjadi destinasi kelas dunia (world class destination),  serta sebagaimana target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo agar daya saing  pariwisata Indonesia berada pada 30 besar dunia pada 2019.

Untuk mewujudkannya, maka Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi  terhadap penyelenggaraan pemberian penghargaan anugerah indeks daya saing 10 destinasi prioritas sebagai “Bali Baru”, dalam rangka mempercepat terwujudnya world class destination pada 2019.

“Melalui pemberian penghargaan atau kompetisi akan terlihat  daerah atau provinsi yang sudah memberikan upaya dan perhatian tinggi terhadap pembangunan kepariwisataan dan daerah yang belum maksimal mengembangkan pariwisata sehingga daya saingnya belum kompetitif,” katanya di Jakarta

Sejumlah indikator sebagai indek daya saing yang diterapkan dalam  Anugerah Indeks Daya Saing 10 Destinasi Prioritas Kepariwisataan Indonesia antara lain policy support (prioritas pariwisata, keterbukaan regional, daya saing harga, environment sustainability), tourism enabler (lingkungan bisnis, keamanan, kesehatan dan kebersihan, SDM dan tenaga kerja, kesiapan teknologi informasi), infrastructure (infrastruktur bandara, infrastruktur pelabuhan dan darat, infrastruktur pelayanan pariwisata), dan natural & cultural resources (sumber daya alam dan sumber daya budaya).

Penghargaan kepada 10 destinasi prioritas (Foto: Kemenpar)

Penghargaan kepada 10 destinasi prioritas (Foto: Kemenpar)

Arief Yahya berkata, daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global saat ini berada di ranking  50 dari semula ranking 70 dan kita berusaha menuju ke ranking 30 dunia pada 2019.

“Untuk mencapai ranking 30 dunia, kita terus memperbaiki kelemahan seperti infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT, health and hygiene, dan aksesibilitas khususnya  konektivitas penerbangan, kapasitas kursi dan penerbangan langsung,“ bebernya.

Dari 10 destinasi prioritas (Danau Toba-Sumatera Utara, Tanjung Kelayang-Bangka Belitung, Tanjung Lesung-Banten, Kepulauan Seribu-DKI Jakarta, Candi Borobudur-Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru-JawaTimur, Mandalika-Lombok NTB; Labuan Bajo-Flores NTT, Wakatobi-Sulawesi Tenggara; dan Morotai – Maluku Utara).

Adapun penerima penghargaan kategori Indeks Destinasi Tertinggi Pertama adalah Borobudur, Indeks Destinasi Tertinggi Kedua adalah Wakatobi, Indeks Destinasi Tertinggi Ketiga adalah Tanjung Kelayang,  sedangkan kategori penghargaan Destinasi Yang Menjanjikan adalah Tanjung Kelayang,  dan sebagai Destinasi Terfavorit adalah Labuan Bajo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*