Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto: Kemenpar)

Pulihkan Banten & Lampung, Berikut Kecerdasan Menpar Arief Yahya!

IndonesiaNew, BANTEN – Bencana alam kerap menerpa Indonesia, bahkan pariwisata pun salah satu faktor yang terkena imbasnya. Guna memulihkan pariwisata Tanah Air, Menteri Pariwisata Arief Yahya memiliki langkah cerdas dalam melakukan recovery-nya. Berikut kecerdasannya!

Bagi Arief Yahya, bahwa bencana alam sifatnya tidak bisa dihindari namun bukan berarti pariwisata Indonesia putus asa. Ada langkah maupun cara yang dapat dilakukan sehingga bisa meminimalisir resiko pasca terjadi bencana, tentu cara pertama adalah melakukan tanggap darurat yang didalamnya memberikan informasi kepada masyarakat hingga segera me-recovery dengan cepat.

“Kementerian Pariwisata harus jujur dalam melaporkan apa yang terjadi dan mitigasi harus dilakukan termasuk mencabut semua promosi baik di domestik maupun internasional,” jelasnya di Hotel Marbella, Anyer, Banten, Jumat (11/1/2019).

Kemudian, dirinya menegaskan sebagai pemimpin harus memberikan kepastian yang tepat serta mengamankan wisatawan ke titik terdekat. Ketika semua sudah ter-cover dengan baik maka seorang pemimpin harus ada di lokasi guna memastikan wilayah yang terkena dampak bencana sudah teratasi dengan baik.

“Saya berikan contoh saat kejadian bom Thamrin, begitu sudah teratasi maka Presiden dan saya berada di area tersebut. Meskipun Presiden sudah pulang, maka saya tetap di sana. Ini artinya, saya ingin menunjukkan bahwa kondisi sudah aman termasuk kejadian di Lombok dan Bali. Cara inilah paling efektif, jangan kamu meminta orang lain datang bila kamu sendiri tidak datang,” urainya lagi.

Selain itu, Arief Yahya juga meminta kepada semua pihak agar memberikan informasi dengan sebenar-benarnya, jangan menyebarkan informasi yang salah atau hoax karena sifatnya bisa merugikan pariwisata Indonesia.

“Peran media itu sangat penting, berikan informasi yang akurat dan terpercaya. Jika salah informasi maka yang terjadi cancellation, dampaknya wisatawan tidak mau datang ke Indonesia dan ini bisa merugikan pariwisata Tanah Air,” paparnya.

Terakhir, adalah langkah ke depannya. Di mana, pria berdarah Banyuwangi ini menyoroti soal teknologi. Bahwa, teknologi yang mumpuni akan mendeteksi potensi bencana begitu diperlukan.

“Seperti harus tersedia lengkap water level di berbagai titik destinasi, supaya bisa mengukur ketinggian air,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*