Raih TSI 2019, Christine Steffany Singkirkan Belasan Kontestan

IndonesiaNew, JAKARTA – The Supermodel Indonesia (TSI) menghasilkan jawara baru, di mana Christine Steffany berhasil menyingkirkan belasan kontestan lainnya.

Christine Steffany dan para finalis lainnya harus melewati beberapa tahapan yang menjadi penilaian dewan juri. Dewan juri TSI 2019, diketuai Stefanus Ridwan, dengan anggota  yakni The Supermodel Indonesia 2018 Lizzy Evsa Audrey, Founder Yayasan EL JOHN Indonesia Johnnie Sugiarto, Chairman Yayasan EL JOHN Indonesia RSD Widinugroho dan The Supermodel Indonesia 2017 Moriska.

Tahapan penilaian yang harus dijalani para finalis, di antaranya yakni bercatwalk dan bloking. Sebelumnya, penilaian juga dilakukan saat masa karantina seperti interview one on one oleh Founder Yayasan EL JOHN Indonesia Johnnie Sugiarto.

Postur tubuh seperti model dan cara catwalk menjadi nilai lebih bagi Christine, sapaan akrabnya ini menyabet penghargaan bergengsi tersebut. Nama Christine langsung disebut sebagai penyandang gelar The Supermodel Indonesia 2019 yang berlangsung di Mall Kota Kasablanka.

Christine mengaku tidak percaya menerima tongkat estafet The Supermodel Indonesia 2018.

“Saya sangat bangga sekali, saya hampir tidak percaya bisa menjadi juara The Supermodel Indonesia 2019. Super duper nggak nyangka bisa menang. Ini merupakan tanggung jawab yang besar untuk saya sendiri dan saya akan bekerja keras untuk bisa jadi perwakilan terbaik untuk Indonesia pada The Supermodel International berikutnya,” ucapnya usai Grand Final TSI yang dilangsungkan di Puncal EKW 2019 di Mosaic Walk, Kota Kasablanka, Minggu (21/4/2019).

Sementara itu, Founder and Chairman Yayasan EL JOHN Indonesia Johnnie Sugiarto berharap Christine dapat mengharumkan nama Indonesia di ajang The Supermodel Internasional.

“Saya berharap Christine terus belajar mengenai dunia modelling, agar semua pengetahuan-pengetahuan mengenai modelling, mengenai fashion harus mendapat hal-hal yang banyak tentang itu,” ujar Johnnie.

Johnnie yakin jika Christine bisa menguasai seluruh tehnik-tehnik modelling, maka penghargaan prestisius di kontes internasional akan mudah diraih.

“Tergantung bagaimana Christine untuk belajar di program-programnya, kalo dia menguasai lebih banyak teknik, menguasai lebih banyak pengetahuan tentu kita berharap bisa lebih banyak berbicara, lebih banyak mendapatkan penghargaan dari internasional nanti,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*