Disneyland (Foto: Huffingtonpost)

Rencana Disneyland Bangun di Yogyakarta, Ini Kata Menpar Arief Yahya

IndonesiaNew, JAKARTATheme Park Disney berencana akan membangun di Kulonprogo, Yogyakarta. Menteri Pariwisata Arief Yahya pun angka bicara perihal tersebut.

Raksasa bisnis taman hiburan Disneyland dikabarkan melirik Yogyakarta sebagai lokasi taman hiburan paling baru di Asia.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Drs Tavip Agus Rayanto MSi dihadapan peserta Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengungkapkan pihak Disneyland telah datang ke Kulonprogo, Yogyakarta untuk meninjau lokasi yang diinginkan.

Seperi apakah tanggapan Menteri Pariwisata Arief Yahya? Berikut hasil wawancaranya kepada IndonesiaNew, Selasa (10/1/2017).

Pak Arief Yahya, Disneyland berencana akan membangun di Yogyakarta. Bagaimana tanggapan bapak perihal ini?

Saya mengetahui perihal Disneyland yang berencana ekspansi bisnis ke Yogyakarta, beberapa hari yang lalu via pemberitaan media. Kabarnya sudah ada pihak investor yang meninjau lokasi di Kulonprogo, namun untuk resminya saya sedang berkomunikasi dengan BKPM.

Jika memang Disneyland jadi membangun di Indonesia, apakah ini bisa menjadi pembuktian Indonesia sebagai magnet pariwisata dunia?

Saat ini ada 11 theme park Disney di seluruh dunia, termasuk di Asia Tenggara. Dan rencana Disneyland tertarik berinvestasi ke Indonesia ini bukanlah hal yang baru, seperti tahun tahun sebelumnya pernah ramai di beritakan di Bogor.

Hal ini membuktikan, bahwa pesona Indonesia itu menjadi magnet bagi penanam modal asing (PMA), dikarenakan Sektor Pariwisata di Indonesia yang semakin seksi, dan juga karena keseriusan Bapak Presiden dan spirit Indonesia Incorporated jajaran Kabinet Kerja dalam mendukung Pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan untuk perekonomian.

Tercatat oleh BKPM, data realisasi investasi di sektor pariwisata pada Januari-September (Kuartal III) Tahun 2016 mencapai USD 1,094 miliar (Rp14,7 triliun), atau naik 23 persen dibanding periode yang sama tahun lalu! Luar biasa bukan?

Apakah ini akan membawa dampak buat Indonesia?

Dengan adanya investasi pariwisata, tidak dapat dipungkiri bahwa akan terjadi direct impact (biaya transportasi, penginapan, makan, dsb), indirect impact (pembelanjaan pemerintah dari pajak yang ditarik, tourism investment, dsb), dan induced impact (besaran konsumsi pekerja sektor pariwisata) yang dihasilkan.

Saat ini pun, World Travel And Tourism Council mencatat sektor pariwisata di Indonesia sebagai sektor yang paling mudah dan murah dalam menghasilkan lapangan pekerjaan dibandingkan sektor industri lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*