Rugi Miliaran, Pengusaha Malaysia Dilaporkan ke Polda Metro oleh PT ASU

IndonesiaNew, JAKARTA – Pengusaha asal Malaysia, Dato ‘Sri Chong Ket Pen, dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh

PT Anglo Slavic Utama (PT ASU), perusahaan induk investasi minyak dan gas Indonesia, sehubungan dengan
penipuan dan pemalsuan dokumen.

“Kami telah membuat laporan polisi terhadap Chong Ket Pen yang merupakan Group Managing Director di
Protasco Bhd,” kata Direktur PT Anglo Slavic Utama Tendri Ahripen dalam siaran persnya, Senin (17/12/2018).

PT ASU diwakili oleh Direkturnya, Tendri Ahripen mengajukan laporan kepolisian pada tanggal 11 Desember 2018 di Polda Metro Jaya.

“Ini adalah bagian dari upaya kami
untuk mendapatkan keadilan sesuai hukum yang berlaku, dan kami memperjuangkan apa yang menjadi hak kami,” bebernya.

Diakuinya, Chong Ket Pen selama ini berada di belakang sebuah perusahaan engineering dan infrastruktur Malaysia, Protasco Berhad. Sebelumnya, PT ASU juga telah mengajukan laporan kepolisian di Malaysia pada November lalu terhadap Chong Ket Pen dan Protasco Bhd atas tindak pidana penipuan dan pemalsuan dokumen.

Kasus ini disebabkan oleh pelanggaran kontrak yang dilakukan oleh Chong Ket Pen terhadap PT ASU mengakibatkan kerugian bisnis sebesar Rp480 miliar.

Kontrak tersebut diatur dalam Perjanjian Jaminan Investasi antara Chong Ket Pen dan konsultannya, Global Capital Limited, yang telah ditandatangani pada 3 November 2012 lalu.

PT ASU mengajukan laporan terhadap Chong Ket Pen atas tindak kriminalnya, yang memberikan pernyataan
palsu, memalsukan dokumen, dan melakukan pembatalan perjanjian secara tidak sah.

“Selama ini Chong Ket Pen berusaha menipu kami dengan serangkaian tuduhan palsu
di Malaysia. Apa yang kami harapkan, seperti bisnis yang baik pada umumnya, adalah untuk memberikan
pertumbuhan positif dan perkembangan yang berkelanjutan, yang dapat berdampak pada ekonomi di pasar masing-masing negara,” bebernya.

Baginya, apa yang diharapkan ternyata sangat jauh dari kenyataan yang kami dapatkan, dari mitra yang seharusnya dapat dipercayai. Rasanya tidak cukup hanya dengan menyebut ini sebagai penipuan.

“Kami berharap Kejaksaan Agung Malaysia dapat memproses Chong Ket Pen karena fakta-fakta yang diajukan sudah sangat jelas, dengan tuntutan kriminal atas penipuan Rp480 miliar tersebut,” tambahnya.

dapatkan, dari mitra yang seharusnya dapat kami percayai. Rasanya tidak cukup hanya dengan menyebut ini sebagai penipuan. Kami pun berharap Kejaksaan Agung Malaysia dapat memproses Chong Ket Pen karena fakta-fakta yang diajukan sudah sangat jelas, dengan tuntutan kriminal atas penipuan Rp480 miliar tersebut,” tandasnya.

Tendri menjelaskan, kasus ini bermula ketika PT ASU didatangi oleh Chong Ket Pen. Pada 28 Desember 2012 Chong Ket Pen mengundang dan mengatur agar PT ASU dan Protasco Bhd melakukan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (Sales and Purchase Agreement), yang diatur oleh klausul arbitrase yang menyatakan, pertama, Protasco Bhd akan mengakuisisi 76% kepemilikan saham atas PT Anglo Slavic Indonesia (PT ASI) dengan nilai USD55 juta (Rp800 miliar), dari perusahaan induknya PT ASU. Kedua, Chong Ket Pen akan menyelesaikan proses kesepakatan ini dalam tenggat waktu enam bulan.

PT ASU telah diberikan lisensi oleh Pertamina atas tanah di Aceh untuk produksi minyak jauh sebelum perusahaan tersebut didatangi oleh Chong Ket Pen, dan lisensi tersebut diberikan untuk periode dua tahun. Modal yang seharusnya disuntikkan oleh Protasco Bhd awalnya dimaksudkan untuk membiayai proyek tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*