Sambangi Simalungun, Temanggung Belajar Kopi & Pariwisata

SIMALUNGUN – Pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara di era kepemimpinan Bupati Simalungun JR Saragih membuat wilayah di Indonesia lainnya ingin belajar demi membangun daerahnya, termasuk Temanggung.

Kedatangan Temanggung, Jawa Tengah ke Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara adalah untuk mempelajari bagaimana pertumbuhan pariwisata dan perkebunan khususnya kopi bisa berkembang seperti di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Dari pihak Temanggung, Jawa Tengah dihadiri oleh Kepala Bapedda Temanggung, Sekretaris Dewan Temanggung, serta jajaran pemerintahan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Pertemuan yang dilakukan selama dua jam ini membahas persoalan perkebunan kopi dan pariwisata. Di mana, Kabupaten Temanggung ingin menghidupkan keduanya agar bisa setara dengan Kabupaten lainnya di Indonesia.

“Temanggung merupakan daerah pegunungan yakni paling rendah 300 meter dan paling tinggi 1.400 meter. Paling potensial tembakau, kita memiliki kopi yakni Arabika dan robusta. Kami melihat bisa Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara sangat tepat untuk menjadi percontohan buat Temanggung,” ucap Kepala Bapedda Temanggung Ir. Bambang Dewantoro kepada IndonesiaNew di Balei Harungguan Djabaten Damanik, Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, baru-baru ini.

Menurutnya, di daerahnya juga memiliki kesamaan dengan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dari sisi pertanian dan perkebunan. Misalkan beras, jagung, dan kopi. Melalui, pembelajaran ini maka pihaknya bisa mengembangkan pariwisata dan pembangunan dari sisi perkebunan dan pertanian.

Tak itu saja, Temanggung memiliki industri sangat kecil, oleh karenanya difokuskan kepada pariwisata. Sementara pendidikan menjadi basik dasar dalam mengembangkan pariwisata.

“Kita ingin belajar dari Simalungun khususnya Danau Toba untuk mengembangkan pariwisata di Temanggung apalagi Danau Toba sudah memiliki Badan Otorita Toba,” bebernya.

Gayung pun bersambut, dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara diwakili oleh Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga menuturkan bila Kabupaten Simalungun memiliki jalan tol dari Tebing tinggi ke Parapat yang selesai 2018 nantinya akan bisa menembus dua jam dari Kualanamu menuju Parapat.

Kabupaten Simalungun sendiri memiliki 386 Nagori, 27 kelurahan dan 31 kecamatan memiliki Danau Toba yang melingkupi tujuh kabupaten, bahkan menjadi danau terdalam di dunia yang memiliki kedalaman 450 meter.

“Kita juga akan menjadikan danau Toba menjadi destinasi pariwisata nomor satu. Melalui sinergi tujuh kabupaten maka akan bisa membuat Danau Toba mendunia,” paparnya.

Sesuai arahan dari Bupati Simalungun JR Saragih maka pintu masuk utama menuju Danau Toba. Bahkan di 2016, di tangan JR Saragih membuat Simalungun mengubah Danau Toba menjadi kawasan pariwisata paling cantik di Simalungun yakni adanya pantai bebas.

“Di tangan Bupati Simalungun JR Saragih maka PAD pariwisata dari Rp2,4 miliar di 2012 meningkat menjadi Rp7,6 miliar,” tambahnya lagi.

Demi mempercantik Danau Toba, JR Saragih juga memperbagus air panas di Tinggi raja, di mana kondisi air di sana terus berpindah-pindah dan berawal dari sumber yang berbeda-beda.

“Simalungun akan membangun jalan dari Kualanamu menuju daerah wisata air panas di Tinggiraja, Kabupaten Simalungun yang berada dekat dengan Serdang Bedagai. Jarak tempuh hanya 29 kilometer,” tegasnya.

Dengan banyaknya perubahan yang dilakukan Bupati Simalungun JR Saragih dari sisi pariwisata maka peningkatan kunjungan pariwisata ke Kabupaten Simalungun terus mengalami kenaikan. Di mana, dari data kunjungan wisatawan di 2012 sebesar 326.058 orang, tahun 2013 345.425 orang lalu di 2014 sebanyak 359.70, selanjutnya di 2015  sebesar 294.444 orang dan terakhir di 2016 sebesar 314.908 orang.

“Selain pariwisata, kita juga ada pertanian dan perkebunan dimana irigasi ada 29 ribu, 60 ribu perkebunan masyarakat ada karet, kelapa sawit, hingga kopi, kopi, kentang, kol, jagung, hingga hortikultura,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*