Sapphire Dance Creations Tandai 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia & India

IndonesiaNew, JAKARTA – Dalam rangka peringatan hubungan diplomatik Indonesia dan India ke-70 tahun pada 2019 mendatang, kelompok penari dari Negeri Bombay ini yang terdiri dari mahasiswa hadir di Indonesia yang akan mempertunjukkan karya kreasi seni tarian dan kontemporer. Kelompok penari ini tiba di Indonesia tanggal 17 Desember 2019.

Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat menuturkan hubungan kedua negara tersebut harus selalu terjaga dengan baik sehingga ke depannya Indonesia dan India bisa saling bekerjasama untuk menyebarkan budaya dalam rangka mempromosikan pariwisata satu sama lain.

“Di 2019, India akan melakukan kegiatan yang menyebarkan misi budaya di Indonesia melalui Konsulat Jenderal atau Kedutaan Besar India di Indonesia, demikian pula bila Indonesia melakukan promosi di India maka Pemerintah India siap bekerjasama guna menyukseskan kegiatan yang dilakukan Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Sementara itu, kehadiran kelompok tarian ini yang merupakan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Indian Cultural Center (ICC) yang akan dikirim ke seluruh dunia dalam rangka membawa misi kebudayaan. Salah satu tujuan negaranya yakni Indonesia. Hal ini disambut baik oleh Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya.

“Ini sangat baik, tentu harus kita beri apresiasi karena memperkenalkan India ke Indonesia, namun jangan khawatir akan lebih banyak India ke Indonesia karena paling banyak orang kaya di India yang jumlahnya sama besarnya dengan penduduk di Indonesia sekira 260 juta di mana purchasing power sangat tinggi karena ini terbukti dari pertumbuhan tahun lalu 30 persen menjadi 500 ribu, tahun ini kita proyeksikan 600 ribu atau jumlahnya sama yakni 30 persen sehingga akan bisa tercapai,” bebernya.

Tarian “Sapphire Dance Creations” dari India ini akan datang ke Yogyakarta guna mengadakan seminar dan festival budaya India, kemudian ke Bali, Jakarta dan Medan.

“Ada tiga di mana cultural base di mana Bali ada kedekatan budaya kemudian bisnis di mana sasarannya Jakarta dan yang relatif Medan sehingga tiga daerah harus ada terbang langsung yakni Mumbai ke Bali dan itu full dari 3 menjadi 4 dan sekarang ditambah 5 kali,” bebernya.

Pria berdarah Banyuwangi ini menyadari bahwa masyarakat luar negeri sangat kuat dengan connecting people to people, oleh karenanya untuk India di Tanah Air lingkupnya sangat besar berada di Kota Medan, Sumatera Utara. Oleh karenanya, dirinya akan mempersiapkan penerbangan langsung ke Indonesia dari India melalui Medan.

“Saya akan mempengaruhi Garuda karena harus stop di Medan. Jika transit 30 menit maka tidak akan komplain. Di mana Mumbai ke Medan ke Bali atau New Delhi ke Medan ke Jakarta, pakai pesawat tidak besar masih memungkinkan,” lanjutnya.

Baginya, hubungan dua negara ini bukan hanya sebatas kerjasama negara saja melainkan sudah menjadi persahabatan dua negara, namun secara bisnis India akan banyak ke Indonesia.

“Secara bisnis air akan mengalir ke bawah dan ini hukum Archimedes,” tutupnyanya.

Tak itu saja, Arief Yahya berpendapat bahwa guna menggaet wisatawan asal India maka dirinya menggunakan Singapura dan Malaysia sebagai hub, dimana di Singapura itu sendiri terdapat 2,8 juta masyarakat asal India yang ada di Singapura. Otomatis untuk berlibur ke Kepri tidak susah, oleh karenanya dilakukan secara masif apalagi jika Singapura digabungkan dengan Hot deal termasuk dari Malaysia.

“Kenapa Singapura, karena di sana terdapat maskapai SQ grup memiliki penerbangan yang jauh lebih banyak apalagi tujuannya ke kota di Indonesia. Maka cara ini secara psikologis optimis di 2019 target satu juta tercapai terlebih untuk India masuk nomor 6, pasalnya nomor satu adalah China, kedua Europe, ketiga Singapura, keempat Malaysia dan lima Australia,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*