sate ikan (Foto: IndonesiaNew)

Sate Ikan Bangka, Jangan Lihat Bentuknya Tapi Rasakan Kelezatannya!

IndonesiaNew, BANGKA – Indonesia kaya akan kuliner, apalagi bila travelers datang ke Kepulauan Bangka dijamin bakal menemukan kuliner dengan kelezatannya. Salah satunya makanan berbasis sate.

Biasanya, makanan berbasis sate disajikan dengan cara ditusuk dagingnya dengan menggunakan tusukan yang dibuat dari kayu, bambu bahkan dari besi.

Berbeda, kala travelers datang ke Kepulauan Bangka. Pasalnya, di sini bisa menemukan sate dengan bentuk yang lain dari biasanya.

Yups, sate di sini dibuat berbentuk kotak. Memang sekilas dilihat pasti banyak yang menyangka bahwa sate khas Bangka merupakan uli khas Cianjur, Jawa Barat. Pasalnya, bentuknya sangat mirip.

Penjual sate ikan Bangka Zulkarnaen ini mengaku bahwa makanan berbasis sate ini dibuat oleh masyarakat Kepulauan Bangka guna memperkaya kuliner olahan ikan.

“Masyarakat Kepulauan Bangka sangat menyukai ikan, beragam olahan ikan ada di sini. Bisa jadi, munculnya sate ikan agar masyarakat memiliki ragam olahan ikan yang bervariasi,” ucapnya di Kota Bangka, Pangkal Pinang, Jumat (26/4/2019).

Diakuinya, dalam membuat sate ikan maka dominasi ikan yang digunakan adalah ikan laut meskipun di Kepulauan Bangka perlahan sudah banyak ikan tawar yang diperjualbelikan.

“Kepulauan Bangka ini didominasi oleh laut, sejak kehadiran ikan air tawar yang dibawa oleh masyarakat Palembang yang bermigrasi ke Kepulauan Bangka di tahun 2008 maka jenis ikan yang dijual semakin beragam,” lanjutnya.

Mengolah sate ikan ini hanya dibutuhkan tepung tapioka, santan, garam, bawang putih serta ikan sebagai bahan utamanya.

“Untuk ikannya lebih enak adalah ikan tenggiri, pasalnya ikan tenggiri memiliki bentuk daging yang lebih empuk dan tak tergolong mudah hancur kala diolah menjadi sate ikan,” urainya.

Pria berusia 52 tahun ini menambahkan sate ikan ini bisa dimasak dengan cara dikukus serta digoreng. Sementara itu, untuk proses pemasakannya cukup sebentar.

“Bila dibakar maka sate ikan akan sulit dibentuk, berbeda ketika dikukus. Dengan dikukus maka olahan semakin padat, untuk yang digoreng maka ketika sate ikan sudah matang dikukus barulah didiamkan selama 3 menit. Setelah itu, sate ikan barulah digoreng,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*