Sate Padang Ajo Ramon (Foto: Qraved)

Sate Padang Ajo Ramon, Sehari 400 Porsi Ludes Terjual

IndonesiaNew, JAKARTA – Memasuki kawasan Santa, Jakarta Selatan, tentunya membuat kamu pusing dengan kemacetan ditambah rasa lapar yang kian membuat perut perih. Nah, ada baiknya melipirlah ke Sate Padang Ajo Ramon.

Sate Padang Ajo Ramon, terletak di Jalan Cipaku 1, buka dari pukul 16.00 hingga 23.00 WIB. Meski sebatas warung makan kaki lima, rasanya boleh diadu dengan sate padang di restoran ternama.

Menurut Rahmat, penjual Sate Padang Ajo Ramon, nama Ajo Ramon memiliki makna. Ajo diambil dari bahasa Padang yang berarti “abang” sedangkan Ramon merupakan nama ayah kandungnya.

Sate padang yang dijualnya cenderung berbeda karena bisa dinikmati meski belum dibakar. Berbagai jenis sate yang tersedia, seperti lidah, daging, jantung, serta usus yang kesemuanya merupakan bagian dari daging sapi.

“Sate ini sudah diberi bumbu olahan sehingga jika ingin makan langsung juga bisa,” katanya saat berbincang dengan IndonesiaNew, baru-baru ini.

Dari segi tampilan cukup sederhana, yakni berisi potongan ketupat, sate padang, serta kuah yang menjadi andalan. Tak ketinggalan, pelengkap berupa taburan bawang merah goreng.

Ajib! kelembutan seluruh bagian sapi sangat terasa di lidah, aroma amis yang identik dengan jeroan sapi, seperti usus, lidah, dan jantung pun tak terasa. Saking lezatnya, Sate Padang Ajo Ramon langsung ludes diserbu para penikmatnya. Alhasil, tak sampai tiga jam, sate padang sudah habis terjual, mencapai 400 porsi!

“Kalau mau ke sini, jangan terlalu malam, nanti kehabisan. Sate Padang Ajo Ramon ini memang enak sekali,” ucap Eka, pelanggan setia Sate Padang Ajo Ramon.

Hal senada juga diutarakan oleh Rini (32), Sate Padang Ajo Ramon menjadi salah satu tempat makan favoritnya bersama keluarga sejak lebih dari lima tahun lalu. Menurutnya, citarasa bumbu yang dipadu dengan dagingnya sangat pas di lidah.

“Saya udah nyobain sate padang dimana saja, cuma buat saya di sini saya menemukan rasa yang pas. Bumbunya pun tidak terlalu pedas, aroma gurih dari bumbu serta matangnya daging sangat pas,” ujarnya.

Di balik kelezatannya, Rahmat berbagi cerita soal Sate Padang Ajo Ramon. Sate ini mulai dijual pada 1980an, dan sengaja dibuat berbeda dari segi rasanya.

“Sate padang kita ini memang dibuat asli seperti di daerah Pariaman. Memang, sate padang di Bukit Tinggi dan Pariaman jauh berbeda. Kalau Pariaman, bumbunya lebih berwarna merah, kalau Bukit Tinggi, bumbunya warna kuning,” tambahnya.

Bagi kamu yang ingin menikmati Sate Padang Ajo Ramon, berbagai jenis satenya, mulai dari daging, jantung, lidah, serta usus dijual dengan harga Rp20 ribu per porsi.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*