Soto Siap Populerkan Indonesia dari Sisi Kuliner

IndonesiaNew, JAKARTA – Kuliner Indonesia terus dipacu guna menggaungkan nama Indonesia di kancah dunia. Oleh karenanya, pemerintah Indonesia telah mengesahkan soto Indonesia menjadi kuliner Nasionality Food atau sebagai identitas Indonesia untuk dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa untuk di dalam negeri tidak masalah, namun yang menjadi masalah saat bersaing di luar negeri.

“Bisa lihat sendiri semua negara punya identitas negara dari sisi kuliner seperti Thailand dikenal dengan Tom Yum, Jepang ada Sushi, Malaysia dikenal dengan Nasi Lemak sedangkan Indonesia tidak ada nasionality food. Oleh karenanya, Kita sepakat Soto menjadi nasionality food untuk Indonesia,” tegas Menteri Pariwisata Arief Yahya di acara Wonderful Indonesia Gastronomi Forum Diaspora Restaurants di Hotel Arya Duta, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Diakuinya, melalui Presiden Jokowi memerintahkan bahwa Indonesia harus ada satu makanan yang menjadi nasional food. Setelah diskusi panjang maka dipilihlah soto.

“Kementerian Pariwisata mengeluarkan lima makanan yakni tiga diantaranya diumumkan CNN makanan terbaik di dunia yakni rendang, nasi goreng dan sate. Dua tidak masuk tapi masuk nasional food yakni soto dan gado-gado, akhirnya Indonesia punya namun dari dua dipilih soto,” paparnya.

Bahkan, Indonesia juga tidak memiliki destinasi kuliner. Akhirnya, guna menunjangnya dibuat peraturan menteri soal hal ini sehingga ada dasarnya dan harus ada standar dunia untuk kuliner Indonesia.

“Akhirnya kita pilih ada Bali, Bandung dan Joglosemar. Di 2019 sudah harus selesai, kita akan mulai di Bali,” bebernya.

Selanjutnya soal restoran, di mana Indonesia akan melakukan co-branding buat restoran Indonesia di luar negeri karena Indonesia belum sanggup untuk melakukan seperti Thailand.

Pasalnya, Thailand ada 20 ribu restoran, Indonesia tidak sampai 20 ribu. Thailand itu tahun 2003 sekira 6.700 restoran, 2008 maju tiga kali lipat 20 ribu dengan tagline kitchen of the world.

“Kita akan menggunakan kontainer kosong karena dari sisi biaya sangat murah dan itu mengurangi cost logistik. Kita juga akan mewajibkan airlines Indonesia membawa bahan baku, karena jangan biarkan restoran Indonesia berjuang sendiri di luar negeri,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*