Straps, Produk Anak Muda Indonesia Berkelas Dunia

IndonesiaNew, JAKARTA – Kehadiran STRAPS tidak lepas dari asal usul Dutemps, sebuah toko yang dikreasikan oleh founder Yanto Chou pada tahun 2011 di karenakan pengalamannya sejak 2002 bekerja di sebuah perusahaan jam yang berkembang pesat saat ini. Di saat tersebut, founder merasa bahwa para distributor jam mewah di Jakarta atau di Indonesia pada umumnya, tidak peduli akan layanan after sales service dari jam-jam tersebut. Salah satu utamanya adalah tali jam, dimana para distributor tersebut tidak menyediakan ready stock dari tali-tali jam pengganti.

Berbekal adanya peluang bisnis tersebut maka pada tahun 2011, Dutemps berdiri di Bengkel Fairground SCBD yang menawarkan tali jam tangan branded, pemutar jam dan trading jam.

Seiring waktu, semakin banyak koleksi yang dimiliki Dutemps dan tidak berujung hanya pada original branded saja tetapi semua tali jam berkualitas diminta utk diproduksi, sehingga koleksi semakin banyak, maka dari sananya tercetus sebuah konsep STRAPS.

Dari sini, pihaknya melihat apa yang diperlukan para penyuka jam sehingga semakin banyak memunculkan ide yang diawali dengan niatan membantu para penyuka jam.

“Kita ingin membantu mereka yang memiliki jam bisa digunakan kembali. Kedua, saya belajar banyak soal original staps untuk mengetahui kesulitan dari jam itu sendiri,” beber General Manager STRAPS Indonesia Yanto Chou di Jakarta, Rabu (19/12/2018)

Baginya, masyarakat Indonesia sangat kreatif dan harus menjadi originalitas. Bahkan, pihaknya meng-garanty bahwa semua produk yang dimilikinya adalah buatan asli bukan hasil contekan.

Sebagian besar produk adalah lebih ke arah laki-laki meskipun tak dipungkiri olehnya bahwa produk wanita juga dimilikinya.

“Kenapa masyarakat mau memilih starps? Kita memiliki banyak pilihan yakni sekira 140 pilihan warna termasuk dari sisi jam yang digital, ukurannya dari 14 milimeter hingga 30 milimeter. Waktu penggantian tidak memakan waktu lama,” tambahnya.

Dirinya menegaskan bahwa semua produk yang dimiliki bisa dilihat oleh semua konsumen dalam hal ini sifatnya transparan. Dari sisi harga juga masih terjangkau meskipun banyak custom yang bisa diinginkan konsumen. Untuk bahan didatangkan dari Italia.

“Kualitasnya dibuat dari 316L stainless sehingga daya tahan bisa sampai 3-4 tahun. Semua desaign dibuat sendiri. Teknologi menggunakan DCL 0.5 diamond,” lanjutnya.

Selain tali jam, pihaknya juga berkreativitas dalam hal gelang yang dikhususkan untuk tangan yang diinginkan oleh konsumen. Beragam jenis gelang pun sangat bervariasi.

“Untuk harga dari Rp300 ribu sampai Rp2 jutaan,” urainya.

Straps buatan anak muda Indonesia (Foto: IndonesiaNew)

Seiring berjalannya waktu, perlahan Straps mulai dilirik untuk melakukan kerjasama, salah satunya dengan Harley Davidson

Kerjasama dengan Harley Davidson dengan dibuat koleksi tersendiri didesin dari scratch, ataupun minor yang dapat dilakukan kapan saja, seperti ukuran gelang yang bisa dipersonalisasi, benang tali jam yang dikarenakan jahitan tangan dapat dipersonalisasi sesuai warna kesukaan, pemendekan tali jam tangan, gelang tangan dengan warna personalisasi, ataupun yang terbaru dapat menyematkan nama ataupun inisial di gelang dengan mesin laser engraving yang dimiliki oleh STRAPS.

STRAPS berkomitmen untuk terus mengembangkan diri dengan metode-metode personalisasi yang terbaru.
Untuk kiprah STRAPS sendiri juga telah berkolaborasi dengan beberapa pihak dimana yang pertama kali adalah memulai kolaborasi dengan Harley Davidson USA di tahun 2015.

Kala itu STRAPS diminta untuk membuat sesuatu yang berbeda untuk aksesoris yang dapat dipakai oleh para bikers, yang kemudian membawa STRAPS menjalankan kolaborasi ini secara terus menerus hingga saat ini dengan Harley Davidson Club Indonesia.

“Beberapa tahun lalu kita terpesona dengan produk straps yang menurut kita kualitasnya sangat sesuai dengan standar yang dibuat Harley Davidson company. Kemudian, dari sisi harga bersahabat, ini merupakan produk lokal yang keren sehingga kami memutuskan untuk berkolaborasi,” paparnya.

Tak hanya itu, STRAPS Indonesia juga berkolaborasi dengan Ciayo Corp yang merupakan provider games adalah dalam bentuk menempatkan karikatur gelang dalam games produksi Ciayo Corp dan juga channel comic. Serta kolaborasi dengan Wecare.id, dimana STRAPS Indonesia mendukung program SEHATI ymerupakan program penggalangan dana untuk kegiatan sosial dimana setiap pemberi donasi (donatur) akan mendapatkan gelang persahabatan produksi STRAPS sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut.

Selain berkolaborasi dengan ketiga partner tersebut, di tahun 2018 ini, STRAPS juga menjalin kolaborasi baru dengan dua mitra untuk memperlihatkan komitmen dan kontribusi STRAPS berbagi dengan sesama. Yakni dengan Ciayo Corp berupa penyematran desain gelang STRAPS di salah satu game mereka yaitu CHIPZ yang akan diluncurkan pada tahun 2019 semester 1 mendatang.

Kemudian kolaborasi dengan wecare.id, dimana STRAPS menyumbangkan sebagian hasil penjualan produknya dengan memberikan support melalui program SEHATI dari wecare.id dimana STRAPS akan memberikan sebuah gelang sebagai bentuk token of appeciation bagi para penyumbang program SEHATI dari wecare.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*