Strategi Arief Yahya Raup Target 15 Juta Wisman & 265 Juta Wisnus di 2017

IndonesiaNew JAKARTA РMenteri Pariwisata Arief Yahya telah mempersiapkan strategi matang guna mencapai target 15 juta wisatawan mancanegara dan 265 perjalanan wisatawan nusantara di 2017. Inilah strateginya.

Untuk yang pertama, kekuatan strategi Arief Yahya akan dilakukan pada segi digital.

Di mana, kementerian pariwisata bakal menyediakan gratis market place ITX (Indonesian Tourism Exchange) yang menghubungkan dengan pengelola destinasi dengan pasar wisatawan yang memudahkan wisatawan memesan dan membayar saat berwisata. Dalam hal ini akan bekerjasama dengan PT. Telkom.

“Selain itu kementerian perhubungan bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif dalam menyuguhkan jaringan, perangkat dan aplikasi yang memudahkan wisatawan melakukan aktivitas di destinasi pariwisata,” jelasnya di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Kedua, Arief Yahya akan memfokuskan 100 persen untuk mendatangkan wisatawan mancanegara lebih besar.

“Lepaskan pikiran wisatawan nusantara dan pikirkan wisatawan mancanegara, apalagi wisatawan mancanegara selalu disebutkan presiden dan media. Semua kegiatan harus mendukung kegiatan wisatawan mancanegara,” paparnya dengan tegas.

Ketiga, dinas pariwisata provinsi harus menyediakan kalender of even pariwisata 2017, minimal berada di 10 destinasi branding dan 10 destinasi prioritas. Selain itu sosial media harus lebih diperkuat.

“Atraksinya harus ada di kalender of Even pariwisata. Maka jika tidak ada di kalender Even tinggalkan,” lanjutnya.

Keempat, persoalan homestay. Bekerjasama lah dengan bank BTN untuk memfasilitasi pembangunan homestay, dengan skema pembiayaan subsidi. Lalu, kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif untuk menyediakan desain model homestay.

“Homestay maka masukkan 1.000 homestay utuk tahap awal, dan biar gampang masukkan 100 homestay dulu. Itu untuk hitungan 2 hektar. Jangan wacana lagi tapi eksekusi langsung, jangan lelet. Target kita 20 ribu homestay,” tegasnya.

Kelima, permudahkan persoalan ijin. Pria kelahiran Banyuwangi ini sangat kesal dengan persoalan ijin di Tanah Air yang begitu lama dan lelet.

“Permudahkan untuk ijinnya, ijin airlines harus cepat, tidak ada alasan jika slot susah. Rekan-rekan di Angkasa Pura 1 dan 2 juga harus mempermudah. Sangat konyol jika tidak kasih slot,” tambahnya.

Terakhir, selesaikan tiga destinasi utama yang mengkontribusi 90 persen yakni great Bali 40 persen, Jakarta 30 persen dan Kepri 20 persen. Setelah itu top 10 branding.

“Perkuat border tourism, karena sumbangan border tourism 2,5 juta dan 2 juta diantaranya ada di Kepri. Jadi fokuslah disitu,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*