Target 2021, Wisatawan ke Raja Ampat Tembus 92 Ribu

IndonesiaNew, RAJA AMPAT – Destinasi di Indonesia terus menjadi buruan wisatawan untuk berlibur, termasuk Raja Ampat, Papua Barat. Bahkan, Raja Ampat pun meyakini di tahun 2021 wisatawan yang datang akan menembus angka 92 ribu.

Berdasarkan Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI), World Economic Forum (WEF), pada 2017 daya saing pariwisata Indonesia naik ke peringkat 42 dari peringkat 50 pada 2015.

Raja Ampat merupakan destinasi wisata eksotis yang dikenal sebagai surga tersembunyi di wilayah timur Indonesia. Pada tahun 2015, Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat mencatat kunjungan sebanyak 14.137 wisatawan mancanegara dan domestik.

“Pada tahun 2021, diperkirakan 92 ribu wisatawan berkunjung ke Raja Ampat. Kenaikan angka pengunjung yang kebanyakan dari luar negeri ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian lokal,” ucap Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Valerina Daniel di Desa Arborek, Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (24/8/2018).

Diakuinya lagi, selain destinasi eksotis Piaynemo, salah satu destinasi wisata di Raja Ampat yang sudah menerapkan prinsip Pariwisata Berkelanjutan adalah Desa Wisata Arborek.

“Terletak di Pulau Arborek, Distrik Meomansar, Papua Barat, desa ini berpopulasikan 197 orang dan terkenal keindahan bawah lautnya serta kerajinan tangan topi dan noken,” lanjutnya.

Bahkan, Desa Arborek merupakan salah satu desa wisata yang telah mengembangkan peraturan mengenai konservasi laut.

“Sebagai salah satu kampung wisata di Papua Barat, desa wisata Arborek sudah mulai mengembangkan peraturan lokal mengenai konservasi laut berbasis kemasyarakatan. Dan pada penyelenggaraan ISTA 2017 mendapatkan penghargaan Green Award dalam bidang Pemanfaatan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal,” urainya lagi.

Tak itu saja, Raja Ampat sebagai destinasi wisata yang sedang berkembang di wilayah timur Indonesia saat ini, diharapkan mampu menjadi surga pariwisata yang mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam mempromosikan sekaligus menjaga laut sebagai potensi wisata lokal terbesarnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga sangat concern terhadap sustainable tourism, tidak hanya untuk kelestarian ekosistem tapi juga meningkatkan daya saing pariwisata.

Nature maupun culture harus lestari dan berkelanjutan agar dapat menjadi sumber devisa yang tak berhenti. Program pariwisata berkelanjutan juga terbukti meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*