Menteri Pariwisata Lantik pejabat baru di Kementerian Pariwisata (Foto: Kemenpar)

Ubah Posisi di Kemenpar, Arief Yahya Tantang 100 Hari

IndonesiaNew, JAKARTA – Demi terciptanya target 20 juta wisatawan mancanegara di 2019, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengubah posisi di Kementerian Pariwisata.

Menpar Arief Yahya tetap meminta para pejabat baru Eselon III dan IV yang baru dilantik di Balairung, Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta itu menerapkan WIN-Way.

Corporate culture yang tengah dibangun di Kemenpar RI, dengan 3S, Solid, Speed, dan Smart. “Saya serius akan pantau dalam 100 Hari,” katanya di Jakarta.

Dirinya menekankan kembali pentingkan menjalankan WIN-Way, Wonderful Indonesia Way.

Agar Solid, bersatu padu, kompak, maka harus menciptakan common enemy, atau musuh bersama.

“Kita sudah tetapkan, common enemy kita bersama. Musuh emosionalnya, Malaysia. Musuh professional kita Thailand. Kalahkan mereka hingga betul-betul capaian kita mengalahkan mereka. Wisman Malaysia sudah di angka 25 juta, sedang Thailand 30 juta. Devisa kita setengah dari Malaysia dan seperempat Thailand. Seorang pemimpin tidak akan lelah sebelum targetnya tercapai,” bebernya.

Kemudian, persoalan kedua adalah kecepatan. Arief Yahya menilai Ini adalah kelemahan yang paling mendasar PNS. Lambat, lelet, dan banyak membuat aturan main yang justru menjerat-jerat program Kemenpar sendiri.

Era digital saat ini, bukan yang besar memakan yang kecil, tetapi yang cepat memakan yang lemah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto: Kemenpar)

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto: Kemenpar)

“Singapura misalnya. Pada 2015, negeri sekecil itu bisa menarik kunjungan 15,2 juta wisatawan asing, hampir tiga kali lipat dari penduduknya, dan meraup 17,7 miliar dolar AS devisa dari sector pariwisata pada 2014. Yang cepat menyalip yang “lelet”, bukan yang besar menginjak yang kecil,” bebernya.

Pria kelahiran Banyuwangi ini menuturian seorang pemimpin juga harus memberi contoh bekerja dengan cara yang Smart. Yakni harus pintar-pintar membuat bukit-bukit kemenangan atau quick win.

Memilih program 100 hari kerja itu, juga harus pintar, yang dampaknya besar, dan capaiannya tinggi. Memprioritaskan yang prioritas. “Utamakan yang utama!” jelas Arief Yahya.

Menurutnya, persaingan tak lagi dimenangkan dengan cara business as usual. Yang dikejar, justru harus dengan cara yang tidak biasa.

“Berinovasi berarti kita menciptakan sesuatu yang sama sekali beda,” tambahnya.

Dengan mengutip kata Prof. Chan Kim, penulis buku hebat Blue Ocean Strategy mengatakan kalau kita bisa menciptakan sesuatu yang sama sekali beda (blue ocean), maka kita bisa dengan mudah menghindari persaingan dan persaingan menjadi tidak relevan lagi.

“Dalam ungkapan bijak SunTzu, kita bisa memenangkan peperangan tanpa peperangan,” ulasnya.

Tak itu saja, Arief Yahya menyebut, promosi di Kemenpar kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni menggunakan konsep 3C.

Pertama, Character, dengan bobot 50%. Character itu menyangkut integritas atau kejujuran. Ini sangat penting, dan jangan bermain-main.

Kedua, Competency. Seorang pejabat harus kompeten, paham akan persoalan yang bakal dihadapi, dan tahu bagaimana harus menyelesaikannya. Ingat pelajaran IFA –Imagine, Focus, dan Action. Imagine itu punya mimpi besar, dan bisa mewujudkan impiannya dalam kenyataan.

img-20161130-wa0074

“Maka, pemimpin yang hebat itu harus berawal dari akhir. Mau di bawa ke mana dan dibuat apa dulu, baru ditemukan cara menuju ke sana,” lanjutnya.

Lalu, persoalan focus, itu kerjakan yang utama dulu. Alokasikan seluruh waktu, tenaga, perhatian, budget dan sumber daya untuk menuntaskan pekerjaan yang utama terlebih dahulu. Action, itu impian itu jangan berhenti di mimpi atau konsep saja, tetapi harus action sampai mewujudkan menjadi nyata.

C yang ketiga, Collaboration, bisa bekerjasama dengan pihak manapun, untuk mencapai tujuan utama Kementerian ini. Yakni, menuju target 20 juta Wisman di tahun 2019.

Lalu dibreakdown setiap tahunnya, harus mencapai target di angka berapa banyak. “Di sinilah perlu Indonesia Incorporation. Spirit bersama untuk Merah Putih, untuk Indonesia, maka harus bisa bersatu,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*