Wisatawan mancanegara di Bali (Foto: Reuters)

Wisatawan Mancanegara ke Indonesia di 2016 Tembus 12 Juta

IndonesiaNew, JAKARTA – Torehan positif terus diperlihatkan di kinerja Menteri Pariwisata Arief Yahya. Di mana, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia di 2016 menembus angka 12 juta.

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) periode Januari-Desember 2016 yang dicatat Kementerian Pariwisata RI, naik 15,54% dan menembus angka 12,023 juta inbound, atau 23 ribu di atas target yang disusun menuju roadmap 20 juta wisman di ujung tahun 2019 nanti.

“BPS sebenarnya sudah setuju dengan ekstrapolasi Januari-September 2016 sebesar 504 ribu (4,2%) itu, dan sudah dipresentasikan di depan Forum Masyarakat Statistik (FMS) pada tanggal 8 Februari 2017. Hanya saja FMS belum merekomendasi angka 504 ribu itu untuk dimasukkan. Tetapi BPS maupun FMS mempersilakan Kemenpar menggunakan angka riil 12,023 juta itu untuk kepentingan pariwisata,” jelas I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata di kantor Badan Pusat Statistik Indonesia, baru-baru ini.

Menurut I Gde Pitana, data ekstrapolasi 504 ribu sangat valid, bahkan sulit dibantah, karena dihitung dengan menggunakan teknologi Big Data – Mobile Positioning Data (MPD).

MPD itu hanya untuk menghitung 19 Kabupaten, 46 Kecamatan, tahun 2016 di crossborder area, atau PLB (Pos Lintas Batas) yang belum ada TPI-nya (Tempat Pemeriksaan Imigrasi).

“Teknologi MPD ini sudah tidak lagi menggunakan metode survey, tetapi sudah sama dengan sensus, semua orang yang keluar masuk melewati batas wilayah itu, langsung ter-record oleh mesin,” bebernya.

Diakuinya, Big Data MPD itu sudah diuji coba di Kepulauan Riau, dan hasilnya mempunyai tingkat akurasi yang sangat tinggi, sesuai dengan catatan Imigrasi. Big Data MPD itu menghitung dengan otomatis, dengan mesin, selama 24 jam/hari, 7 hari/minggu dan 52 minggu/tahun.

“Bukan hanya jumlah wisman yang ter-record, tetapi juga profile customers atau wisman kita, seperti length of stay, frequency of visit, dan asal originasinya,” tegasnya.

I Gede Pitana menuturkan Masih ada lagi yang belum dicatat, seperti mereka yang tidak menggunakan telepon seluler, mereka yang mematikan seluler, atau mereka yang mengganti SIM Card local.

Pertama, hasil teknologi MPD itu sebenarnya sudah diakui BPS dan FMS dalam penghitungan bulan Oktober, November, Desember 2016. Hanya saja, bulan Januari-September 2016, selama sembilan bulan, belum direkomendasi FMS.

Kedua, kalaupun mengabaikan ekstrapolasi 504 ribu wisman di perbatasan non TPI itu, angka capaian 2016 sebesar 11,519 juta itu pun sudah naik 11,07% dari periode yang sama di 2015. Di regional ASEAN, growth itu tergolong fantastic, karena angka itu sudah jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan Thailand 8,91% dan Singapore 7,69%. Malaysia yang datanya masih di Januari – Oktober 2016, juga hanya 4,37%.

Ketiga, karena bulan Oktober ke November dan Desember 2016, penggunaan Big Data MPD itu sudah diimplementasikan, maka secara otomatis 2017 hampir pasti juga menggunakan metode yang sama. Teknologi ini akan terus dipakai, sampai 100% PLB itu memiliki TPI, karena metodologi itu harus dipakai secara konsisten untuk menjaga keajegan angka-angka.

Lebih dalam lagi Pitana menjelaskan, daerah perbatasan itu menjadi bahan perdebatan karena selama tahun 2016 Kemenpar memang menggarap crossborder area tersebut, seperti dengan berbagai Festival Wonderful Indonesia di Aruk, Entikong, Skouw Jayapura, Merauke dan Atambua.

Menurut data, Indonesia punya 92 pulau terluar. Pulau-pulau itu berbatasan langsung dengan Timor Leste, Australia, Filipina, Malaysia, Palau, India, Singapura, Vietnam, dan Papua Nugini. Presiden Joko juga berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur dan memperbaiki layanan publik di seluruh daerah terluar Indonesia. Hal itu disampaikan saat peresmian bandara di Miangas, Talaud, Sulawesi Utara, 19 Oktober 2016 lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*