Taksi di London di branding wonderful indonesia (Foto: Kemenpar)

Wonderful Indonesia Tebar Pesona di London

IndonesiaNew, LONDON – Kementerian Pariwisata Indonesia terus mem-branding wonderful Indonesia di internasional. Sasarannya London, Inggris

Kementerian Pariwisata Indonesia melihat bila Inggris adalah salah satu kiblat sepak bola dunia, dengan total football.

Kompetisi Liga Inggris masih menampati TV right paling mahal dan paling diminati, karena kick and rush yang menjadi ciri khas total football. Itulah pembeda gaya bermain bola di Great Britania dengan Italia, Spanyol, Jerman, dan Amerika Latin.

Bermain bola yang atraktif, keras, cepat, inilah salah satu yang menginspirasi Menpar Arief Yahya untuk mem-branding London, Inggris dengan Bandung Wonderful Indonesia.

Cara yang digunakan Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat dahsyat. Pasalnya, dirinya mem-branding berjalan yang keliling Kota London, yakni Black Cab Taxi.

Ada 400 taksi khas di Kota London yang mempertahankan bentuk dan modelnya selama ratusan tahun itu dibungkus dengan sticker logo dan foto-foto destinasi Indonesia.

Tema yang diangkat sangat beragam, mulai dari culture, penari Bali, perempuan Bali dengan susunan buah di atas kepala, candi Borobudur, rumah adat Toraja, dan lainnya. Juga ada nature, Raja Ampat, Papua.

“Untuk mendapatkan hasil yang luar biasa, tidak mungkin ditempuh dengan cara –cara biasa. Dan ini cara kami mengenalkan keindahan Indonesia kepada dunia,” ucap Menteri Pariwisata Arief Yahya di London, Inggris, baru-baru ini.

Taksi di London di branding wonderful Indonesia (Foto: Kemenpar)

Taksi di London di branding wonderful Indonesia (Foto: Kemenpar)

Ke-400 taksi itu tidak hanya berkeliling seputar venue, tetapi menyebar ke seluruh sudut kota London. Black Cab Taxi memang bukan hanya menjadi alat transportasi di Kota London. Tetapi juga ajang promosi, media yang berkeliling kota dengan membawa brand.

“Ini sangat efektif, berpotensi menjadi viral di media social, dan dibicarakan di mana-mana,” kata Menpar Arief Yahya.

Di WTM tahun lalu, lanjut Mantan Dirut PT Telkom itu, pola branding dengan membungkus Black Cab Taxi ini juga sudah dilakukan. Kala itu hanya 200-an taksi. Dan itupun sudah menjadi bahan obrolan asyik di dunia maya.

Karena orang suka akan desain gambarnya yang cool. Pada 9 November 2016, Menpar Arief Yahya bersama Dubes RI untuk Inggris Raya, Rizal Sukma, bersama rombongan menjajal naik Black Cab Taxi yang ada brandingnya itu.

Di jembatan sungai Thames, seberang Big Bang merupakan jam besar yang menjadi ikon London itu banyak orang lewat, melihat black cab, mengeluarkan handphone, memencet tombol camera dan mengambil foto-foto dengan objek taksi itu. Begitupun saat di seberang London Eyes, atau saat parkir di Victoria London dekat istana Buckingham di depan restoran Lebanon, Noura.

“Kita betul-betul total branding. Istilahnya convergent media, menggunakan semua platform media, dengan tujuan yang sama. Menanamkan Wonderful Indonesia di benak travellers di London, yang setiap tahun dikunjungi oleh 20 juta wisatawan, atau 60 persen dari turis yang masuk ke Inggris. Bersamaan dengan pelaksanaan WTM, tempat pertemuan sellers dan buyers yang bergerak di bisnis pariwisata selama 7-9 November itu,” kata Arief Yahya.

Selama berkeliling London, juga mengamati respons public atas branding di Black Cap Taxi, dan beberapa bus Pariwisata Double Decker yang khas di London.

“Pasar wisata dengan originasi Inggris dalam 2016 ini naik, dan target 2016 ini juga naik 20% (bukan 10%, seperti dirilis sebelumnya, red), dan akhir tahun nanti diharapkan 350 ribu wisman ke tanah air,” tukas Nia Niscaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*